Pemkab Sintang Berikan Ijin ASN Ikuti Misa Pentahbisan Uskup Sintang

oleh

Pengukuhan pemimpin umat Katolik di tiga kabupaten yakni Sintang, Kapuas Hulu dan Melawi merupakan peristiwa yang jarang terjadi, bahkan bisa terjadi dalam 15-20 tahun sekali. <p style="text-align: justify;">Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sintang memberikan ijin kepada aparatur sipil negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mengikuti misa pentahbisan Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap sebagai Uskup Sintang pada Rabu, 22 Maret 2017 di Stadion Baning Sintang mulai pukul 09.00-12.00. Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat, 17 Maret 2017. <br />    <br />“kami memberikan ijin kepada aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Sintang yang beragama Katolik untuk mengikuti misa sampai pukul 12. 00 WIB. Tentu yang ikut misa tidak bisa masuk kerja di kantornya masing-masing setengah hari. Dan pada pukul 13. 30 WIB harus sudah masuk seperti biasa kecuali yang memang terlibat dalam kepanitiaan pentahbisan” terang Yosepha Hasnah. <br />    <br />“pemberian ijin ini untuk memberikan kesempatan kepada ASN yang beragama Katolik untuk mengikuti proses pentahbisan pemimpin umat Katolik yang baru.  Tetapi bagi ASN yang berhalangan untuk mengikuti misa pentahbisan, tentu tetap harus masuk kerja seperti biasa” tegas Yosepha Hasnah.<br />    <br />Kepanitiaan pentahbisan Uskup Sintang juga banyak melibatkan ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. Kepanitiaan juga sudah berbulan-bulan melakukan persiapan untuk mensukseskan pentahbisan Uskup Sintang yang bisa dilaksanakan dalam rentang waktu yang cukup lama. <br /><br />Pergantian dari Mgr. Agustinus Agus, Pr ke Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap misalkan dilakukan setelah 17 tahun. Mgr. Agustinus Agus, Pr ditahbiskan sebagai Uskup Sintang pada 6 Februari 2000  oleh Mgr. Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ. Dan pada 22 Maret 2017 mendatang, Mgr. Agustinus Agus, Pr akan memberikan tongkat penggembalaan umat Katolik ditiga kabupaten yakni Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu kepada Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap peraih  penghargaan Kalpataru untuk kategori Pembina Lingkungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  pada 5 Juni 2012 yang lalu. (Hms)</p>