Pemkab Sintang Gelar Acara Syukuran Penempatan Pendopo

oleh

SINTANG, KN – Pemerintah Kabupaten Sintang melaksanakan acara syukuran penempatan rumah jabatan Bupati Sintang pada Selasa, 2 Maret 2021 di Pendopo Bupati Sintang.

Kedatangan Jarot Winarno Bupati Sintang dan Sudiyanto Wakil Bupati Sintang disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah, anggota Forkopimda, Pimpinan OPD, Ormas, Tokoh lintas budaya dan etnis serta para pendukung dan simpatisan.

Jarot – Sudiyanto tiba di Pendopo Bupati Sintang pukul 09.00 WIB, di gerbang masuk, Wakil Bupati Sintang Sudiyanto melakukan pemotongan hompong menggunakan tradisi Dayak, pengalungan kain syal kepada Bupati dan Wakil Bupati Sintang. Acara bergeser ke depan pintu Pendopo, Bupati dan Wakil Bupati Sintang disambut dengan prosesi adat Melayu dan pengalungan selendang Kesultanan Sintang oleh Pangeran Raden Barry Danu Brata Perdana kepada Bupati dan Wakil Bupati Sintang.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan membangun Sintang tidak bisa dilakukan sendirian, maka perlu adanya konsolidasi dari semua pihak.

“Sintang ini rumah besar kita semua. Berbagai komponen bangsa hidup rukun, damai, bersatu menjadi kekuatan yang tidak terkalahkan. Dalam sejarah perjalanan Kabupaten Sintang, ada gesekan, itu hal yang biasa dan semuanya kembali bersatu dalam rumah besar Kabupaten Sintang,” ujar Jarot.

Ia mengatakan banyak kemajuan yang sudah tercapai di Bumi Senentang. “Untuk kesejahteraan masyarakat, persentase penduduk miskin yang dulunya 13 persen sekarang turun menjadi 9,6 persen,” kata Jarot.

“Dalam hal pendidikan, kesehatan dan perkapita atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus mengalami kenaikan. Pemerataan pembangunan juga terus merata sampai ke pedalaman. Ini semua buah dari pembangunan yang kita lakukan, prime mover yang kita usung seperti membangun dari pinggiran, mengatasi kegawatdaruratan infrastruktur dasar, percepatan akses listrik dan internet masuk desa, penataan wilayah, hilirisasi produk, dan reformasi birokrasi,” terang Jarot.

Dalam hal pelayanan publik, kata Jarot, Pemerintah Kabupaten Sintang mendapatkan nilai yang bagus dari Ombudsman Republik Indonesia.

“Dulu dalam hal pelayanan publik, kita diberi nilai 42 dengan zona merah. Kemudian kita perbaiki, kemudian kita naik nilainya menjadi 82 atau zona hijau. Kita sadari, ketika keberhasilan pembangunan yang kita capai, ada tantangan yang luar biasa, tantangan terberat kita adalah datangnya pandemi Covid-19. Di Kabupaten Sintang ada 700 yang terjangkit virus ini. Berkat dukungan dari anggota Forkopimda, Satgas dan seluruh masyarakat, angka terjangkit virus semakin menurun. Inilah hasil pembangunan kita,” tambahnya.

Dikatakan Jarot, Pemerintah Kabupaten Sintang akan segera melakukan pelelangan proyek pembangunan di tahun 2020 yang tertunda karena pandemi Covid-19 dan ditambah dengan anggaran pembangunan 2021.

“Pelaksanaan proyek tersebut ini harus dipercepat, mohon dukungan anggota Forkopimda untuk bersama-sama mengawasi agar hasil pembangunan lebih maksimal,” pinta Jarot.

“Kita ingin menjadikan Kota Sintang yang hijau, sejahtera dan muncul dengan peradaban baru dengan membangun waterfront di beberapa titik. Sehingga Kota Sintang pada saatnya nanti, siap menjadi calon ibukota Provinsi Kapuas Raya. We can’t stand alone, kita tidak bisa berdiri sendirian, mohon doa restu, bantuan, pemikiran, tenaga dari seluruh masyarakat Kabupaten Sintang agar bisa mencapai cita-cita kita. Kepada seluruh pendukung dan simpatisan, tetaplah militan untuk mengawal setiap pembangunan yang kita lakukan,” beber Jarot.

Ia juga berharap masyarakat Kabupaten Sintang percaya dengan kepemimpinan Pasangan Jarot Winarno – Yosef Sudiyanto dalam membangun Sintang 5 tahun kedepan.

“Kami tidak akan pernah berubah. Inilah kami, sederhana, tidak berjarak dengan rakyat, dan meskipun sudah tua, kami siap bekerja keras untuk membangun Kabupaten Sintang,” ucap Bupati Sintang.

Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto menyampaikan sangat menyadari bahwa Jarot-Sudiyanto bisa berdiri disini karena dukungan yang luar biasa dari segenap elemen masyarakat.

“wajar kami berterima kasih kepada masyarakat. Kami ingin melaksanakan dan mewujudkan harapan masyarakat. Apapun agama dan sukunya, kita harus kompak sehingga Sintang ini akan maju. Kemampuan kami sangat terbatas, maka kata kuncinya adalah kerjasama. Saya yakin jika kerjasama dapat dibangun, maka persoalan di masyarakat bisa kita selesaikan bersama,” papar Sudiyanto.

“Kami sepakat sejak awal, di sisa usia kami ini, kami ingin mencurahkan seluruh tenaga dan pikiran kami untuk membangun Sintang ini. Kami memerlukan dukungan semua pihak dalam bekerja. Sejak pilkada, pelantikan dan hingga hari ini semua berjalan lancar. Proses demokrasi sudah selesai, ada yang mendukung kami dan tidak. Tetapi inilah proses yang harus dilalui, sebuah proses demokrasi. Ini hal yang biasa. Kita tidak melihat lagi siapa mendukung siapa, tetapi bagaimana kita bekerja untuk Kabupaten Sintang ini. Tugas yang berat saat ini adalah bekerja dengan baik sehingga Sintang bisa sama bahkan lebih maju dari kabupaten lain karena kekompakan dan kebersamaan,” pungkasnya.