Pemkab Sintang Kekurangan 3000 Tenaga Guru

oleh

Pemerintah Kabupaten Sintang saat ini memerlukan sedikitnya 3000 tenaga pendidik guna memenuhi kuota tenaga pengajar di 14 kecamatan. <p style="text-align: justify;">Persoalan penambahan guru yang  hingga saat ini tidak kunjung terealisasi diperparah dengan dinegrikannya 46 sekolah baru di berbagai daerah kecamatan di Sintang.<br /><br /><br />Mirisnya kondisi pendidikan Kabupaten Sintang yang terlihat dari kurangnya tenaga pendidik ini sebenarnya sudah mulai dibaca oleh Dinas dan Pemerintah Kabupaten Sintang pasca membludaknya para pensiunan yang tidak dibarengi dengan masuknya guru-guru baru.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Drs. YAT Lukman Riberu, M.Si mengatakan tahun 2014 Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang mencatat  kekurangan 3000 tenaga guru masing-masing 2000 guru Sekolah Dasar, 400 guru Sekolah Menengah Pertama, dan 600 guru untuk sekolah lainnya.<br /><br />Persoalan kekurangan guru itu sendiri diakui Lukman sebenarnya bisa sedikit terjawab pasca penerimaan CPNS 2013, namun passing grade yang dipatok membuat sedikit saja calon guru yang bisa lulus dalam seleksi maupun test, jelas Lukman.<br />Lebih lanjut ia mengatakan 46 SD baru yang akan dinegrikan saja butuh setidaknya 11 orang guru, dan jika setiap 46 sekolah dasar harus memiliki 11 guru dengan maka untuk sekolah baru saja sintang perlu sedikitnya 506 guru diluar guru-guru Sekolah Menengah Pertama maupun menengah atas, uangkap Lukman.<br /><br />Sementara Bupati Sintang, Drs. Milton Crosby, M.Si saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengaku sudah mempersiapkan sejumlah tenaga honorer guna membantu menutupi tingginya angka kekurangan guru didaerah, namun karena minimnya anggaran yang dimiliki membuat tenaga honorer tidak semuanya tertampung, jelas bupati.<br /><br />Lebih lanjut menurut bupati karena setiap tahunnya pesiun tenaga guru terus terjadi dan tidak diimbangi dengan penerimaan,  untuk itu Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang sudah menyampaikan persoalan tersebut ke Diknas Kalbar untuk dapat segera dicarikan solusinya, terang bupati. <strong>(sgy/das)</strong></p>