Pemkab Sintang Tetapkan Desa Bangun jadi Desa Koperasi

oleh

SINTANG, KN – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Produsen Raja Swa tahun 2019 di Balai Ruai Desa Bangun, Rabu (18/3/2020).

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan Desa Bangun sebagai desa koperasi. Karena itu, diharapkan dengan kehadiran koperasi Raja Swa dapat menjadi contoh dan bentuk kemitraan koperasi di desa itu.

“Hadirnya koperasi produsen Raja Swa ini sebagai percontohan, koperasi yang mandiri yang membentuk kemitraan perusahaan dengan masyarakat melalui koperasi, ada koperasi plasma dan koperasi desa, yang mandiri model ini sangat cepat kemajuannya. Namun, yang perlu kita jaga dalam internal anggota adalah meningkat mutu dan kualitas serta pelatihan manajeman akutansi keuangannya, biar semangkin meningkat kualitasnya,” kata Bupati Jarot.

Menurut Jarot, tantangan koperasi Raja Swa ini lebih besar lagi di era digitalisasi saat ini. Namun, dia optimis koperasi Raja Swa ini menjadi terang bagi desa – desa lainnya.

“Kita kembangkan saja koperasi Raja Swa ini, anggota semangkin luas dan anggota kita dari desa – desa sekitar mau bergabung dengan koperasi,” tuturnya.

Idealnya, kata Jarot, satu petani sawit mandiri jika mau memdapatkan pendapatan yang baik minimal harus punya kebun 2 kapling atau 4 hektar yang di kelola oleh koperasi dan bekerjasama dengan perusahaan.

“Dengan begitu kita bisa menghitung pendapatan perkapita masyarakat perbulannya, sehingga kita bisa mengentaskan garis kemiskinan bagi masyarakat di desa bangun ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, ini merupakan langkah yang baik dan mesti dikembangkan bersama melalui koperasi produsen Raja Swa, sehingga mampu mensejahterakan masyarakat di Sepauk.

“Mari kita sama – sama membangun desa membangun masyarakat, membangun koperasi, membangun pemerintah sehingga inilah yang akan mempercepat kemajuan di Kecamatan Sepauk ini,” katanya.

Walau demikian, Bupati Jarot berharap kepengurusan anggota koperasi ini bersungguh – sungguh dan tekun serta sabar dalam mengikuti aturan yang ada. Supaya tetap berjalan dengan baik.

“Sekarang ini sudah ada 66 koperasi yang kita non aktifkan, kita lebih baik sedikit tetapi berkualitas, seperti kita ketahui koperasi kebun ada sebanyak 152 koperasi, tapi yang aktif hanya 70 saja, sisanya tidak berjalan dengan baik,” katanya.

Ketua Koperasi Raja Swa, Darius Anu mengatakan, RAT ini merupakan pertanggungjawaban pekerjaan pengurus dan pengawas koperasi. “Ini perlu dan harus kita laksanakan setiap tahunnya. RAT tahun ini merupakan yang ke 5 kalinnya dilakukan.
Sejak pertama berdiri dan umur koperasi ini sudah berumur 5 tahun dengan luas 97,8 hektar beranggotakan 76 orang,” bebernya.

“Koperasi ini berjalan secara aturan sudah 60 persen, buah sudah di panen pada tahun 2018 lalu dengan hasil panen sebanyak 283 ton, nilai pendapatan bagi hasil sekitar 400 juta, dibagi per hektar, jadi dapatlah satu hektar kisaran 1,3 juta per hektar,” tambahnya. (*)