Pemkab Terima Pengganti Honorer K2

oleh

Penjabat Bupati Melawi, Hatta, menegaskan tenaga honor kontrak, rencana yang akan dilakukan bukan membuka penerimaan tenaga honor kontrak baru, namun hanya mengganti tenaga honor K 2 yang telah lulus CPNS sebanyak 91 orang, yang sudah dianggarkan pada APBD tahun 2015. <p style="text-align: justify;">“Jadi jangan sampai salah persepsi. Pengangkatan tenaga honor ini hanya untuk mengganti yang lulus K 2, bukan melakukan penerimaan tenaga honor baru,” ungkap Hatta.<br /><br />Menurut Hatta, untuk mengganti K 2 yang lulus CPNS sebanyak 91 orang tersebut, Pemda akan memprioritaskan tenaga bidan dan perawat. <br /><br />Khususnya bagi para tenaga perawat dan bidan yang sudah bekerja atau magang tanpa gaji ditempat kerjanya sekarang. <br /><br />Mereka yang diangkat nanti akan ditugaskan untuk menempati Polindes dan Pustu yang ada di desa-desa. Namun nanti akan dibagi sesuai porsi kecamatan. <br /><br />“Dengan banyaknya yang sudah mendaftar, maka nanti akan dilakukan seleksi melalui test,” ucapnya.<br /><br />Hatta menegaskan, tujuan dirinya ini hanya untuk membantu anak-anak yang sudah memenuhi sayarat untuk menjadi perawat, memenuhi syarat jadi bidan, dan  sudah memenuhi sayarat menjadi guru-guru bantu atau guru kontrak. <br /><br />Disamping itu, dari hasil kunjungan kerja yang dilakukan kecamatan-kecamatan, dia dapatkan informasi bahwa masih banyak pasilitas pelayanan kesehatan seperti pustu dan polindes yang tidak ada tenaganya, termasuk sekolah-sekolah di pedalaman juga masih banyak yang kurang guru. <br /><br />Kata Hatta, jadi yang menjadi prioritas saat ini hanya untuk tenaga bidan dan perawat, sedangkan untuk tenaga tata usaha di sekolah-sekolah, untuk sementara ini belum diterima, bahkan dirinya juga ingin menertibkan tenaga-tenaga kontrak di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). <br /><br />Kalau keberadaan tenaga kontrak di SKPD-SKPD tidak terlalu penting, maka nanti akan dimutasikan sesuai kebutuhan. <br /><br />“Ini niat saya, mudah-mudahan bisa dilakukan dalam waktu cepat,” ujarnya.<br /><br />Menurut dia, melihat dari antusiasnya anak-anak Melawi yang ingin menjadi tenaga honor, seperti yang sudah didata di BKD Melawi saat ini, maka dirinya akan berusaha untuk memperjuangkannya pada tahun depan. Kata Hatta, kalau DPRD Melawi menyetujui, pada tahun 2016 nanti, Pemda Melawi akan mencoba untuk membuka penerimaan kontrak tenaga perawat dan bidan, untuk melengkapi pelayanan masyarakat di Pustu dan Polindes di 11 kecamatan se Kabupaten Melawi. <br /><br />“Saya juga akan pergi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk melakukan koordinasi terkait pengangkatan tenaga honor, sekaligus membawa data anak-anak yang ingin menjadi tenaga honor,” pungkasnya. (KN)</p>