Pemkab Upayakan Subsidi Pendidikan SMA Disamakan

oleh

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan berencana menyamakan subsidi biaya pendidikan SMA dan sederajat negeri dan swasta pascapenetapan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD)2011. <p style="text-align: justify;">"Setelah perubahan anggaran nanti besarnya jumlah subsidi pendidikan tingkat SMA dan SMK sederajat akan kami samakan. Supaya tidak ada perbedaan antara negeri dan yang swasta," kata Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, pada peringatan Isra’ Miraj 1432 Hijriyah di Pondok Pesantren Zaadul Muttaqin, Kecamatan Simpang Empat, Sabtu (18/6) malam.<br /><br />Ia mengatakan, upaya ini merupakan tindak lanjut dukungan terhadap program pendidikan gratis hingga 12 tahun, khusunya ditingkat SMA dan sederajad yang realisasi pelaksanaannya berjalan sejak awal Januari 2011.<br /><br />Menurut dia, jumlah subsidi pendidikan yang selama ini diberikan kepada siswa SMA swasta adalah sebesar Rp50.000 per orang per bulan dan untuk siswa SMK swasta sebesar Rp75.000 per siswa per bulan.<br /><br />Jumlah ini lebih kecil dibandingkan dengan subsidi biaya pendidikan yang diberikan SMA negeri yang mencapai Rp100 ribu per orang per bulan dan siswa SMK Negeri sebesar Rp150 ribu per orang per bulan.<br /><br />"Setelah perubahan anggaran kami usahakan subsidi tersebut, baik yang negeri maupun swasta nantinya akan sama. Tapi ingat, yang kami subsidi itu hanya uang SPP siswa dan bukan uang yang lain seperti uang gedung atau sejenisnya," tegas bupati.<br /><br />Iapun menjelaskan, pihak pemerintah daerah masih berencana melakukan pendataan gedung sekolah yang harus dibangun dalam rangka peningkatkan sekaligus pengembangan mutu pendidikan.<br /><br />Melalui data yang terkumpul nantinya diharapkan dapat diketahui besarnya biaya yang harus ditanggung oleh pihak pemerintah demi membengun gedung sekolah mulai tingkat SD hingga SMA dan sedarajat secara adil dan merata hingga ke pelosok daerah.<br /><br />"Kalau kebutuhan gedung dan biayanya sudah jelas, baru nanti kita usulkan kepada provinsi agar turut meberi bantuan. Sehingga, kalaupun masih ada uang gedung yang dibebankan kepada orang tua murid besarnya tidak seberapat," kata bupati.<strong> (das/ant)</strong></p>