Home / Tak Berkategori

Pemko Banjarmasin Cegah Pemcemaran Sungai

- Jurnalis

Senin, 27 Juni 2011 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan terus berusaha meningkatkan kesadaran hidup bersih masyarakat guna mencegah tingginya tingkat pencemaran sungai dan sumber air tanah di kawasan tersebut. <p style="text-align: justify;">Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) PT Pengelolaan Air Limbah (PT.PAL) Kota Banjarmasin, M Muhidin, mengatakan, salah satu peningkatan pola hidup bersih dilakukan pemerintah melalui program pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK)-Plus di sejumlah titik bantaran sungai agar tak ada masyarakat yang membuang kotoran lagi secara sembarangan ke dalam sungai tersebut.<br /><br />"Di Banjarmasin saat ini banyak sungai yang sudah dibangun oleh pemerintah menjadi obyek wisata. Ke depan ingin kami lengkapi dengan MCK-Plus supaya tak ada lagi masyarakat yang membuang kotoran sembarangan ke sungai itu," kata Muhidin pada saat menghadiri acara seleksi peningkatan status anggota muda ke anggota biasa PWI Cabang Kalimantan Selatan, sebagaimana dilaporkan ANTARA di Banjarmasin, Sabtu.<br /><br />Fasilitas MCK Plus, tambahnya, merupakan fasilitas umum yang sistsem pembangunanya akan terus dikembangkan di setiap pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan termasuk obyek wisata sungai dengan standar penerangan dan ketersediaan air bersih yang cukup memadai.<br /><br />Hal ini dimaksudkan untuk mencegah tingginya tingkat pencemaran sumber air tanah dan aliran sungai yang selama ini telah berimbas terhadap tingginya jumlah penyakit seperti diare, kaki gajah, dan penyakit Muntaber yang diderita masyarakat.<br /><br />"Seperti Sungai Martapura di pusat Kota Banjarmasin tingkat pencemaranya sudah melebihi ambang batas. Hal ini disebabkan kebiasaan buruk masyarakat yang membuang kotoran sembarang kedalam sungai tersebut. Sehingga tidak sedikit diantara warga yang terkena penyakit diare, kaki gajah, dan Muntaber," katanya.<br /><br />Selain MCK-Plus, jelas Muhidin, perbaikan jembatan rusak yang sebelumnya terlihat kumuh dan menghambat aliran sungai juga terus dilakukan. Program pembangan jembatan dianggap tidak hanya berfungsi sebagai upaya memperlancar sarana penyeberagan tranportasi namun juga sebagai upaya mempercantik pemandangan kota sekaligus menjadikan jembatan sebagai tempat obyek wisata bagi masyarakat.<br /><br />"Jangan heran kalau nanti pemerintah banyak membangun jembatan di sejumlah titik bantaran sungai. Hal ini semata-mata tidak untuk pemborosan anggaran, tapi mengundang daya tarik wisata masyarakat agara bersama-sama menjaga kelestarian sungai tersebut," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan
Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri
Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa
Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi
Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali
Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau
Pemprov Kaltara Himbau PT. KIPI Serap Tenaga Kerja Lokal
Sekda Sintang Hadiri Sertijab Camat Binjai Hulu, Dorong Kades Buat Plang Nama Kampung

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:43 WIB

Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:21 WIB

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:06 WIB

Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:57 WIB

Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:24 WIB

Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali

Berita Terbaru