Pemkot Balikpapan-KLH Gelar Uji Emisi Kendaraan Pribadi

oleh

Pemerintah Kota Balikpapan bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Unit Lalulintas (Lantas) Polres Balikpapan, serta sejumlah dealer mobil menggelar uji emisi gas buang mobil-mobil pribadi, Selasa 13/9. <p style="text-align: justify;">Uji emisi tersebut berlangsung di halaman Balaikota Balikpapan, Jalan Jendral Sudirman, dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WITA.<br /><br />Selanjutnya pada Rabu (14/9) uji emisi tersebut akan berlangsung di barat Balikpapan, yaitu di halaman Diklat Pertamina Jalan R Suprapto di Karang Anyar, dan hari terakhir Kamis pindah ke Jalan MT Haryono, di halaman kantor PT Telkom di kawasan Ring Road.<br /><br />"Uji emisi ini diselenggarakan di 26 kota di seluruh Indonesia. Di Kaltim kami gelar di Balikpapan dan Samarinda dengan sampel 500 kendaraan," kata Kepala Bidang Pencegahan Dampak Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan Lilis Marwiani.<br /><br />Uji emisi ini akan menjadi program yang digelar setiap dua tahun sekali dengan sasaran utama mobil-mobil pribadi. Hasil uji ini akan menjadi salah satu variabel untuk mengetahui separah apa pencemaran udara kota.<br /><br />Sebagai kendaraan pertama yang diuji adalah KT 1 A atau kendaraan dinas Wali Kota Balikpapan. Dengan perawatan yang maksimal, tak heran bila mobil SUV Toyota Harrier X300 ini lolos uji emisi.<br /><br />Uji emisi adalah mengukur jumlah dan komposisi gas buang yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor. Gas nitrogen (N), karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen monoksida (NO), uap air (H2O) yang keluar dari lubang knalpot mobil tidak boleh melebihi ambang batas yang sudah ditetapkan pada saat mesin mobil pada jumlah putaran tertentu (rpm) dan suhu tertentu.<br /><br />Mobil akan lulus uji emisi ini, bila kadar CO maksimumnya hanya 2,5 persen pada mobil yang menggunakan karburator, dan hanya 1,5 pada mobil yang sudah menggunakan sistem injeksi bagi; kadar hidrokarbon 300 ppm, CO2 lebih dari 12 persen tapi maksimum 15,5 persen, dan sekitar 2 persen atau kurang oksigen.<br /><br />Di sisi lain, secara alami, setiap pembakaran sempurna akan menghasilkan karbon dioksida (CO2), uap air (H2O), dan nitrogen (N2).<br /><br />Hanya oksigen (O2) yang bereaksi dengan bahan bakar (yang biasanya adalah rantai karbon, yang dilambangkan dengan C-H-C-H). Namun demikian, karena kualitas bahan bakar dan berbagai kondisi kendaraan, terbentuk juga gas-gas berbahaya untuk kehidupan, yaitu CO (karbon monoksida), NO (nitrogen monoksida) selain dari CO2 dan N2.<br /><br />CO2 sendiri sudah dikenal sebagai gas yang menyebabkan efek rumah kaca, yang memerangkap sinar matahari sehingga suhu bumi meningkat dan mencairkan es di kutub. CO2 juga yang bertanggung jawab atas lubang di lapisan ozon, (O3) yang jadi pelindung bumi dari sinar ultra violet matahari. <strong>(das/ant)</strong></p>