Pemerintah Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan berupaya menghilangkan tempat pembuangan sampah tidak resmi atau liar yang cukup banyak ditemukan di sejumlah kawasan di kota itu. <p style="text-align: justify;">"Pemkot cukup kesulitan menghilangkan TPS liar bahkan menjadi ‘beban’ karena menghalangi upaya menciptakan kebersihan lingkungan," ujar Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor, Selasa.<br /><br />Menurut dia, sebagai wujud tanggungjawab pemerintah memberikan kenyamanan di bidang kebersihan bagi warga, pihaknya terus berupaya menghilangkan TPS liar yang jumlahnya mencapai puluhan itu.<br /><br />Salah satunya adalah membangkitkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sehingga tercipta lingkungan yang nyaman, bersih dan sehat tanpa adanya TPS-TPS liar yang tumbuh di sejumlah kawasan.<br /><br />"Bentuk penyadarannya adalah melalui sosialisasi dengan harapan masyarakat menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan karena berdampak terhadap kenyamanan dan kesehatan," ungkapnya.<br /><br />Ia mengatakan, kawasan yang dijadikan TPS liar diantaranya beberapa titik sepanjang ruas Jalan Trikora maupun TPS liar yang letaknya tidak jauh dari komplek-komplek perumahan.<br /><br />Diakui, munculnya TPS liar itu akibat tidak adanya TPS resmi di sekitar lingkungan perumahan atau letak TPS resmi yang terlalu jauh sehingga warga membuang sampah di sembarang tempat.<br /><br />"Solusi yang kami terapkan adanya mewajibkan pengembang perumahan menyediakan TPS resmi di sekitar lokasi perumahan sehingga warga sekitarnya bisa membuang sampah di tempat khusus tersebut," ujarnya.<br /><br />Terkait keberadaan TPS liar yang bisa mempengaruhi penilaian adipura 2011, pihaknya akan menurunkan petugas kebersihan untuk membersihkan TPS-TPS tersebut sehingga lingkungan sekitarnya menjadi bersih.<br /><br />Namun, kata dia menekankan, diperlukan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sehingga tidak setiap saat menurunkan petugas kebersihan untuk membersihkan sampah di TPS liar.<br /><br />"Petugas yang diturunkan hanya bersifat sementara dan intinya adalah kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan sehingga bisa tercipta lingkungan yang nyaman, bersih dan sehat," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














