Pemkot Banjarmasin Akan Tarik Pajak Walet

oleh

Pemerintah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Peternakan setempat akan bertindak tegas terkait pajak walet. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Banjarmasin Ir Doyo Pudjadi kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa mengatakan, retribusi pajak walet sangat minim.<br /><br />"Target yang ditetapkan pemerintah setempat dari retribusi walet tercatat Rp1,5 miliar tahun 2012, tetapi yang berhasil ditarik hanya Rp10 juta saja," katanya.<br /><br />Dengan kondisi tersebut maka ke depan pihaknya bertindak tegas serta akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi-lokasi pengembangan sarang walet yang ada di kota ini.<br /><br />Hal itu dilakukan Pemkot Banjarmasin sesuai dengan penerapan Perda Nomor 2 Tahun 2011, katanya.<br /><br />Sementara keterangan lain menyebutkan banyak pengusaha walet yang enggan membayar pajak walet lantaran baru sebagian kecil pengusaha sarang walet yang membayar pajak tersebut. Alasan lain harga sarang walet kini semakin turun.<br /><br />Sulitnya menagih pajak walet karena pemilik usaha tersebut sering tidak ada di tempat. Selain itu mereka juga sering tidak jujur dalam melaporkan hasil panen.<br /><br />Misalnya, jika dalam setiap panen memproduksi 5 kilogram, tetapi yang dilaporkan hanya 3 kilogram.<br /><br />Tidak hanya itu, ada juga pengusaha walet yang sulit ditemui karena pengusaha ini sering berpindah-pindah tempat sehingga ketika petugas melakukan peninjauan dan penagihan kembali, hanya ditemui penjaga gedung walet semata.<br /><br />"Jika sudah demikian petugas kami pun tidak bisa melakukan tindakan lagi," ujar Doyo Pudjadi.<br /><br />Untuk tahun 2011, pajak walet ini hanya berhasil diambil Rp400 juta dari target Rp1,5 miliar, demikian Doyo Pudjadi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>