Pemkot Banjarmasin Perketat Bantuan Sosial

oleh
oleh

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat memperketat pemberian bantuan sosial. <p style="text-align: justify;">Kapala Bagian Kesra Pemkot Banjarmasin Drs Kurnadiansyah, Senin, memastikan tidak akan ada celah bagi proposal fiktif untuk menguras dana bantuan sosial (Bansos) dan hibah di pemerintah kota.<br /><br />"Sekarang pengeluaran dana sosial dan hibah melalui jalur Kesra akan diseleksi ketat. Jangan coba-coba membuat proposal fiktif kemudian menyerahkan kepada kami karena ada tim verifikasinya," katanya.<br /><br />Menurut dia, yang menyeleksi adalah tim verifikasi Bansos dan Hibah Anggaran APBD Kota Banjarmasin sesuai amanah Permendagri Nomor 39/2012 yang dikuatkan Peraturan Wali Kota 2012.<br /><br />Tim itu anggotanya tidak hanya dari Kesra, tetapi juga inspektorat, bagian hukum, badan keuangan, Bappeda, sekretariat daerah, serta Asisten II bidang Pembangunan dan Ekonomi.<br /><br />Tim ini, katanya, melakukan verifikasi keabsahan proposal itu dengan turun langsung melihat objek yang meminta bantuan sehingga dana yang dikeluarkan benar-benar tepat sasaran.<br /><br />"Jadi hasil verifikasi tim itulah yang menjadi sandaran dianggarkannya bantuan," ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, sesuai peraturan, bantuan sosial dan hibah harus dianggarkan terlebih dulu baru dikeluarkan, seperti proposal masuk tahun ini, baru dikucurkan tahun mendatang.<br /><br />"Untuk tahun ini bantuan sosial dan hibah yang disediakan Pemkot Banjarmasin sekitar Rp2 miliar, sebagian sudah dikucurkan, dan sebagian lagi masih dalam tahap proses.<br /><br />Dana tersebut tidak dipegang Kesra, melainkan prosesnya di Badan Keuangan, dan dikucurkannya melalui rekening.<br /><br />Menurutnya, jika bantuan sosial atau hibah yang dikeluarkan Pemkot itu nilainya sampai Rp35 juta harus atas persetujuan wali kota, batas Rp25 juta persetujuan wakil wali kota, dan Rp 20 juta persetujuan sekretariat daerah.<br /><br />"Ketelitian mengeluarkan bantuan sosial dan hibah ini bertujuan agar tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," kata Kurnadiansyah.<strong> (phs/Ant)</strong></p>