Pemkot Batal Bangun Rusunawa Karena Penolakan Warga

oleh

Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ahmad Fanani menyatakan, pemerintah kota sepertinya akan membatalkan pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) di Jalan KS Tubun, Banjarmasin Selatan, karena penolakan warga sekitar itu sangat kencang. <p style="text-align: justify;">Menurut dia saat berada di gedung dewan, Senin, pemerintah kota sudah mengusulkan pembangunan Rusunawa di Jalan KS Tubun atau di lahan eks Rumah Sakit Pura Raharja, belakang Kantor Statistik, kepemrintah pusat, tapi kini masalahnya terganjal persetujuan warga sekitar.<br /><br />"Kita sudah melakukan berbagai cara untuk mensosialisasikan pembangunan Rusunawa ini kapada waga sekitar, tapi mereka tetap menolak dibangun di sana, terpaksa harus dikaji ulang pembanguan di sana," ujarnya.<br /><br />Diutarakan dia, pemerintah kota sudah meminta masyarakat di sana untuk mengajukan surat resmi penolakan mereka terhadap rencana pembangunan Rusunawa ini, sehingga pihaknya memiliki landasan untuk mengalihkan usulan kewilayah lain.<br /><br />"Sebab banyak perencanaan pemerintah daerah untuk membangun Rusunawa ini di beberapa titik, sehingga bisa dialihkan kelain rencana usulan pembangunannya mulai tahun depan," bebernya.<br /><br />Menurut dia, pemerintah pusat baru menyetujui membantu pembangunan Rusunawa ini jika lahan tersedia dengan bukti surat yang dimiliki pemerintah, dan besar dukungan masyarakat.<br /><br />Diharapkan, kata Fanani, manfaat adanya Rusunawa ini bisa diketahui oleh masyarakat dengan baik, sebagaimana manfaatnya atas berdirinya tiga Rusunawa di Jalan Pekauman, Gang Ganda Magfirah, Banjarmasin Selatan.<br /><br />Diutarakan dia, Pemkot ingin terus mengembangkan Rusunawa ini untuk pemukiman masyarakat kurang mampu, supaya bisa tinggal ditempat yang layak bagi keluarganya.<br /><br />"Pembangunan Rusunawa di Kota Banjarmasin guna menghilangkan kesan padat dan kumuh," katanya. (das/ant)</p>