Pemkot Diminta Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM

oleh

Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Nenie A Lambung meminta pemerintah mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak di daerah tersebut. <p style="text-align: justify;">"Kami mengharapkan segera diambil langkah untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM pada bahan kebutuhan pokok masyartakat daerah ini," katanya di Palangka Raya, Selasa.<br /><br />Pemkot perlu melakukan langkah-langkah sebagai upaya membantu masyarakat ekonomi lemah, termasuk menentukan harga eceran tertinggi (HET) BBM di daerah tersebut.<br /><br />"HET perlu dilakukan agar pedagang eceran tidak memainkan harga BBM. Saya minta Pemkot Palangka Raya harus segera melakukan rapat koordinasi antara instansi yang ada, terkait kenaikan harga BBM jenis premium," kata Politikus PDIP itu.<br /><br />Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Palangka Raya Budi Susilo. Selain melakukan antisipasi kenikan harga BBM, Pemkot juga harus mendata warga miskin di daerah itu.<br /><br />"Dampak kenaikan BBM pasti dirasakan warga miskin. Oleh sebab itu, Pemkot harus punya strategi khusus agar kenaikan harga BBM tidak berdampak pada warga miskin," ucapnya.<br /><br />Kenaikan harga BBM berdampak bagi masyarakat luas. Pemerintah diharapkan dapat mengantisipasi kenaikan BBM. Harga BBM di Palangka Raya Rp7.300/liter dari sebelumnya Rp6.800/liter Harga baru tersebut berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No.39/2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), yang diubah dengan Permen ESDM No.4/2015. (das/ant)</p>