Pemkot: ISPU Di Pontianak Mendekati Kategori Berbahaya

oleh

Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan kualitas Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di kota itu, sudah mendekati kategori berbahaya bagi kesehatan manusia. <p style="text-align: justify;">"Kualitas ISPU di Kota Pontianak saat ini sudah mendekati kategori berbahaya bagi kesehatan, oleh karena itu masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama di malam hari," kata Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Kamis.<br /><br />Edi menjelaskan kabut asap yang saat ini menyelimuti Kota Pontianak adalah asap kiriman dari kabupaten lainnya di Kalbar.<br /><br />"Tetapi dampak asap tersebut malah sangat dirasakan oleh masyarakat Kota Pontianak. Banyak kerugian dampak dari semakin pekatnya asap, diantaranya merugikan kesehatan, juga bagi perekonomian, seperti aktivitas penerbangan menjadi terganggu akibat asap tersebut," ungkapnya.<br /><br />Edi mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah. "Saya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak memperburuk ISPU dengan membakar sampah-sampah rumah tangga," ujarnya.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum akan meliburkan aktivitas belajar mengajar sekolah di Pontianak. "Tetapi kualitas ISPU akan kami pantau terus, kalau semakin memburuk dengan sangat terpaksa akan kami liburkan," ujarnya.<br /><br />Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pontianak menyatakan Multi Junto Batarendro juga meminta masyarakat, untuk tidak membakar sampah rumah tangga, sementara bagi masyarakat yang memiliki lahan pertanian untuk tidak membersihkan lahan mereka dengan cara dibakar.<br /><br />Menurut Multi, Pemkot Pontianak sudah menerbitkan Perwal No 6/2006 bahwa setiap penduduk tidak boleh membakar dalam bentuk apapun, baik itu sampah maupun lainnya karena Pemkot sudah punya mobil kebersihan.<br /><br />Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar sampah dimusim kemarau, masih kurang, sehingga perlu ditingkatkan lagi kesadaran tersebut, karena dampak dari pembakaran sampah rumah tangga akan menambah semakin tebalnya kabut asap, kata Multi.<br /><br />Sebelumnya, Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak, Sutikno mengatakan, berdasarkan pengamatan sampai kemarin (1/9), jumlah titik api yang ada di sejumlah daerah di Kalbar terus bertambah hingga mencapai 478 titik. (das/ant)</p>