Pemkot Jadikan "Screen House" Pusat Penjualan Satwa

oleh

Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), akan menjadikan bangunan "screen house" yang selama ini sebagai pusat pemeliharaan anggrek sebagai pusat penjualan aneka satwa. <p style="text-align: justify;">Kepala Bagian Humas Pemkot Banjarmasin, Kurnadiansyah kepada ANTARA di Banjarmasin, Sabtu membenarkan, adanya keinginan Pemkot menjadikan kawasan "sreen house" sebagai pusat penjualan satwa.<br /><br />Menurut Kurnadinasyah, bukan dalam "sreen house" itu lokasi penjualan satwa tersebut, tetapi lokasi sekitar itu karena masih tersedia lahan seluas dua hektare.<br /><br />Lokasi yang berada di Jalan Hidayatullah Banua Anyar tersebut sudah terdapat beberapa bangunan pelestarian flora dan fauna, bukan saja untuk anggrek tetapi juga untuk tanaman hias lainnya termasuk berbagai pengemabngan tanaman lokal, seperti buah-buahan khas setempat.<br /><br />Salin itu adanya lokasi pemeliharaan ikan, peternakan, dan pembudidayaan jamur, dan kantor Dinas Pertanian pun berada di lokasi tersebut.<br /><br />Menurut Kurnadiansyah, keinginan Pemkot menjadikan pusat penjualan satwa tersebut dilontarkan Wali Kota Banjarmasin sendiri, Haji Muhidin ketika menggelar kontes ayam ketawa, kontes reftil, serta kontes ikan hias beberapa hari lalu.<br /><br />Ia tidak melarang, jika lokasi tersebut menjadi pusat penjualan burung, ayam itik dan satwa lainnya.<br /><br />Jika kawasan tersebut benar-benar menjadi kawasan penjualan satwa, maka lokasi tersebut bisa menjadi pusat bisnis sektor tersebut sekaligus sebagai lokasi objek wisata baru.<br /><br />Karena banyak warga yang belakangan menyenangi pemeliharaan satwa dan aneka jenis tanaman, dan bila mereka ingin memiliki satwa dan tanaman bisa datang ke lokasi ini. <strong>(phs/Ant)</strong></p>