Pemkot Optimistis KTP Elektronik Selesai Sesuai Target

oleh

Pemerintah Kota Pontianak menyatakan tetap optimistis penyelenggaraan program Kartu Tanda Penduduk Elektronik bisa diselesaikan dalam 100 hari kerja untuk sekitar 450 ribu penduduk itu sesuai target semula. <p style="text-align: justify;">"Jika dalam waktu dekat 20 unit perangkat untuk pelayanan program KTP Elektronik datang, kami yakin target penyelesaian pembuatan E-KTP bisa selesai dalam 100 hari," kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Jumat.<br /><br />Ia menjelaskan, hingga saat ini Pemkot Pontianak baru dibantu 14 unit perangkat peralatan untuk program KTP elektronik sehingga masih kekurangan 20 unit.<br /><br />Menurut dia, satu unit perangkat peralatan itu rata-rata bisa melayani 150 orang/hari bahkan ada yang sudah bisa melayani 235 orang/hari.<br /><br />Sutarmidji menambahkan, tanggal 16 Oktober mendatang akan ada pertemuan dengan pihak Kementerian Dalam Negeri guna membahas masalah kekurangan peralatan tersebut. "Kami akan mendesak agar perangkat peralatan tersebut segera dipenuhi agar bisa memberikan pelayanan maksimal sehingga bisa mencapai target.<br /><br />Terkait kesiapan operator, Sutarmidji memastikan semua petugas sudah disiapkan untuk mengoperasikan 34 alat KTP elektronik. "Kami telah menyediakan 154 operator yang siap bekerja dengan dua shift hingga malam hari," ujarnya.<br /><br />Wali Kota Pontianak menyatakan, dengan peralatan saat ini sebanyak 14 unit tersebut diperkirakan akan bisa melayani sekitar 300-400 orang/kecamatan atau sekitar 1.500 orang/hari se-Kota Pontianak. Jumlahnya akan meningkat menjadi 10 ribu/hari yang tersebar di enam kecamatan kalau peralatan sudah lengkap.<br /><br />Menurut data Disdukcapil Kota Pontianak ada sekitar 455.109 orang yang terdata sebagai wajib program KTP elektronik dari sekitar 630.801 jumlah penduduk kota itu yang tersebar di 30 kelurahan dan enam kecamatan.<br /><br />Sebelumnya, Camat Pontianak Tenggara Kiswanta menyatakan, pihaknya siap melaksanakan pelayanan program KTP elektronik selama 15 jam sehari dan tetap membuka layanan pada hari libur, yakni Sabtu dan Minggu.<br /><br />"Paling tidak satu hari kami bisa melayani di atas 200 orang dengan satu set peralatan dari tiga yang akan diperbantukan untuk Kecamatan Pontianak Selatan," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>