Pemkot Pontianak Subsidi Rp200 Ribu Program Jampersal

oleh
oleh

Pemerintah Kota Pontianak akan memberikan subsidi Rp200 ribu untuk setiap persalinan yang menggunakan program jaminan persalinan (Jampersal) di kota itu. <p style="text-align: justify;">"Subsidi itu diberikan karena biaya persalinan yang ditanggung program Jampersal hanya sekitar Rp350 ribu sementara menurut hitung-hitungan bidan swasta sekitar Rp550 ribu untuk per satu persalinan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Junto Batarendro, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan, kelebihan sekitar Rp200 ribu untuk per satu persalina itulah yang akan diberikan subsidi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.<br /><br />Menurut dia, atas pengakuan para bidan swasta mahalnya biaya persalinan terutama untuk peralatan habis pakai. "Mudah-mudahan rencana tersebut disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pontianak," ungkapnya.<br /><br />Kadis Kesehatan Kota Pontianak angka ibu melahirkan sekitar 13 ribu/tahun dan 1.100 kelahiran/bulan. "Dari jumlah itu ada sekitar 60 persen yang masih menggunakan program Jampersal, sisanya menggunakan jasa dokter praktek swasta atau melahirkan menggunakan biaya sendiri," kata Multi.<br /><br />Sasaran program Jampersal, yakni ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas (sampai 42 hari pasca persalinan) dan bayi baru lahir (sampai dengan usia 28 hari), katanya.<br /><br />Dinkes Kota Pontianak merangkul 50 bidan swasta untuk menyalurkan dan melayani ibu melahirkan pada program Jampersal di kota itu.<br /><br />Menurut Multi, dirangkulnya bidan praktek swasta karena sumber daya manusia tenaga kesehatan yang ada belum cukup dan khawatir tidak bisa menangani ibu yang akan melahirkan.<br /><br />Meskipun di Kota Pontiank jumlah tenaga kesehatan banyak dan dua rumah sakit, yakni Yarsi dan Rumah Sakit Umum Daerah Sudarso Pontianak serta empat Puskesmas, diantaranya Kampung Dalam, Saigon, Alianyang dan Siantan Hulu yang telah ditunjuk, namun masih perlu dukungan dari bidan swasta agar program Jampersal sukses, ujarnya.<br /><br />Menurut dia, tanpa adanya dukungan dari bidan swasta sulit program Jampesal di Pontianak berjalan sukses sesuai keinginan bersama.<br /><br />"Meskipun angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Kota Pontianak terendah di kabupaten/kota provinsi Kalbar tetapi masih perlu dukungan semua pihak dalam menekan jumlah itu," ujarnya.<br /><br />Kadinkes Kota Pontianak tidak henti-hentinya meminta dukungan bidan praktek swasta untuk menolong ibu melahirkan yang menggunakan Jampersal meskipun honor yang diterima akan turun dari pembayaran melahirkan diluar program itu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>