Pemkot Samarinda Larang Kendaraan Berat Masuk Kota

oleh

Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mulai 1 Februari 2014 melarang kendaraan berat seperti truk peti kemas serta trailer melintas di sejumlah jalan utama di kota itu. <p style="text-align: justify;">Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail, Jumat mengatakan larangan tersebut telah diterbitkan melalui surat edaran dan berlaku efektif Sabtu (1/2).<br /><br />Terhitung sejak Sabtu (1/2), aktivitas bongkar muat barang yang menggunakan peti kemas dengan kendaraan pengangkut jenis tronton dan trailer tidak diperbolehkan lagi parkir dan memasuki ruas-ruas jalan pada kawasan bekas Pelabuhan Samarinda di Jalan Yos Sudarso maupun ruas jalan yang berada di kawasan tersebut.<br /><br />Pertimbangan surat edaran yang telah dikeluarkan Pemerintah Kota Samarinda mengenai larangan kendaraan pengangkut peti kemas memasuki ruas Jalan Yos Sudarso dan sekitarnya itu menurut Nusyirwan Ismail lebih pada pertimbangan keamanan dan keselamatan masayarakat dalam berlalu lintas.<br /><br />"Larangan yang dilkeluarkan ini sangat beralasan mengingat segala aktivitas kegiatan pendukung dan penunjang pelabuhan kini telah di pindahkan di kawasan pelabuhan Palaran," kata Nusyirwan Ismail Tidak hanya di Kawasan jalan Yos Sudarso saja, larangan melintas bagi kendaraan besar ini juga berlaku di sejumlah jalan protokol diantaranya, Jalan RE Mardinata, Jalan Gajah Mada, Jalan dr Soetomo, Jalan Hasan Basri, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kemakmuran serta jalan Otto Iskandardinata.<br /><br />"Nantinya ada pemasangan rambu yang sesuai dengan larangan bagi jenis kendaraan yang telah disebutkan tadi," ujar Nusyirwan Ismail.<br /><br />Surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Pemkot Samarinda itu menurut Nusyirwan Ismail sejalan dengan surat yang sebelumnya telah diterbitkan PT Pelindo tentang tidak diperpanjangnya kerjasama kegiatan "stuffing" dan "stripping" peti kemas di areal Lini 2 Pelabuhan Samarinda di Jalan Yos Sudarso.<br /><br />"Jadi sudah jelas dengan terbitnya dua surat ini maka kebijakan larangan bagi kendaraaan peti kemas memang tidak boleh lagi lalu lalang di kawasan bekas pelabuhan serta sejumlah jalan protokol di Kota Samarinda," ungkap Nusyirwan Ismail.<br /><br />Nusyirwan Ismail meminta Satuan Polisi Lalu Lintas Polresta Samarinda untuk meniilang kendaraan peti kemas yang kedapatan melintas di kawasan Kota Samarinda mulai 1 Februari 2014.<br /><br />Begitu juga jika nanti masih ditemukan kontainer yang parkir di dalam kawasan pelabuhan, tentu kami mengamati terlebih dahulu dengan langsung meninjau ke lokasi dan kalau masih beraktivitas.<br /><br />"Kami tidak segan-segan untuk menarik kontainernya dan kami juga akan segera melakukan sidak di daerah yang menjadi kawasan larangan itu," kata Nusyirwan Ismail. <strong>(das/ant)</strong></p>