Home / Tak Berkategori

Pemkot Samarinda Tantang Kodim Kelola Lahan Pertanian

- Jurnalis

Sabtu, 22 Maret 2014 - 01:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menantang Komando Distrik Militer (Kodim) 0901 mengelola dan mengembangkan lahan pertanian di Kecamatan Palaran. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami menantang TNI khususnya Kodim 0901/Samarinda untuk mengembangkan lahan pertanian di Kecamatan Pararan. Hal ini berdasarkan kesepakatan petinggi TNI dengan pemerintah melalui gerakan satu Kodim wajib memiliki 10 hektare kawasan pertanian," ungkap Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, Jumat.<br /><br />"Kebetulan kami (Pemkot Samarinda) memiliki 25 hektare lahan pertanian di Kelurahan Bantuas Kecamatan Palaran yang siap dikembangkan. Jadi, kami menyarankan pak Dandim bisa memilih lokasi dengan mengajak para petani," katanya.<br /><br />Kelurahan Bantuas sendiri lanjut Nusyirwan Ismail, merupakan daerah penyangga Kota Samarinda yang perlu didukung untuk mewujudkan pertanian yang lebih baik, katanya.<br /><br />"Termasuk juga penguatan peternakan untuk hewan, diantaranya sapi di wiliyah Kelurahan Bantuas yang merupakan potensi bagi para peternak, mengingat saat ini pemasok daging sapi sendiri di Samarinda, 95 persen dikuasi peternak dari luar," ujar Nusyirwan Ismail.<br /><br />Kendati lahan pertanian, masih terbatas, namun Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pertanian kata Nusyirwan Ismail terus berupaya untuk mengenjot satu hektare lahan pertanian bisa meningkatkan produksinya.<br /><br />"Artinya, dalam satu hektare kami mencoba untuk satu sampai dua kali dipanen dalam satu tahun," ungkap Nusyirwan Ismail.<br /><br />Walaupun secara aktual kata dia, produksi padi masih belum bisa memenuhi kebutuhan warga namun masih ada kekuatan ketahan pangan yang bisa mempengaruhi berapa besar kebutuhan lokal, "Semoga kami bisa mensuplai mendekati 30 persen dan tidak hanya kebutuhan lokal tapi kami juga berupaya untuk memberdayakan petani agar bisa mendapatkan pendapatan yang lebih baik melalui lahan yang bisa dikembangkan," kata Nusyirwan Ismail.<br /><br />Dengan konsep sebagai kota metropolitan, Nusyirwan Ismail berharap lahan pertambangan maupun pertanian di Kota Samarinda tetap bisa bersanding dengan baik.<br /><br />"Tidak ada masalah jika ada tambang batu bara asalkan reklamasinya nanti bisa lari ke sektor pertanian sehingga selesai tambang masyarakat tetap bisa mandiri," demikian Nusyirwan Ismail. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Wempi Tinjau Pasar Murah Ramadan di Malinau Utara, Warga Antusias Berburu Sembako Murah
Kepala Kesbangpol Sintang Hadiri Rakor Lintas Sektoral Bahas Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H
Kesbangpol Sintang Koordinasi dengan Polres Bahas Situasi dan Kondisi Daerah
 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII
Oknum Anggota Polsek Seberuang Dikenai Sanksi Adat “Pamali” oleh Masyarakat Adat Kantuk
Pemprov dan UBT Bahas Peluang Kuliah bagi Anak Daerah Kaltara
Bahas Tapal Batas Bupati Berau Ketemu Bupati Kutai Timur
Wakil Bupati Sintang Dampingi Tim Wasev Sterad Tinjau TMMD ke-127 di Kapuas Kanan Hilir

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:45 WIB

Bupati Wempi Tinjau Pasar Murah Ramadan di Malinau Utara, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:26 WIB

Kepala Kesbangpol Sintang Hadiri Rakor Lintas Sektoral Bahas Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:20 WIB

Kesbangpol Sintang Koordinasi dengan Polres Bahas Situasi dan Kondisi Daerah

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:38 WIB

 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:54 WIB

Oknum Anggota Polsek Seberuang Dikenai Sanksi Adat “Pamali” oleh Masyarakat Adat Kantuk

Berita Terbaru

Eksekutif

 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII

Jumat, 6 Mar 2026 - 22:38 WIB