Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menantang Komando Distrik Militer (Kodim) 0901 mengelola dan mengembangkan lahan pertanian di Kecamatan Palaran. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami menantang TNI khususnya Kodim 0901/Samarinda untuk mengembangkan lahan pertanian di Kecamatan Pararan. Hal ini berdasarkan kesepakatan petinggi TNI dengan pemerintah melalui gerakan satu Kodim wajib memiliki 10 hektare kawasan pertanian," ungkap Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, Jumat.<br /><br />"Kebetulan kami (Pemkot Samarinda) memiliki 25 hektare lahan pertanian di Kelurahan Bantuas Kecamatan Palaran yang siap dikembangkan. Jadi, kami menyarankan pak Dandim bisa memilih lokasi dengan mengajak para petani," katanya.<br /><br />Kelurahan Bantuas sendiri lanjut Nusyirwan Ismail, merupakan daerah penyangga Kota Samarinda yang perlu didukung untuk mewujudkan pertanian yang lebih baik, katanya.<br /><br />"Termasuk juga penguatan peternakan untuk hewan, diantaranya sapi di wiliyah Kelurahan Bantuas yang merupakan potensi bagi para peternak, mengingat saat ini pemasok daging sapi sendiri di Samarinda, 95 persen dikuasi peternak dari luar," ujar Nusyirwan Ismail.<br /><br />Kendati lahan pertanian, masih terbatas, namun Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pertanian kata Nusyirwan Ismail terus berupaya untuk mengenjot satu hektare lahan pertanian bisa meningkatkan produksinya.<br /><br />"Artinya, dalam satu hektare kami mencoba untuk satu sampai dua kali dipanen dalam satu tahun," ungkap Nusyirwan Ismail.<br /><br />Walaupun secara aktual kata dia, produksi padi masih belum bisa memenuhi kebutuhan warga namun masih ada kekuatan ketahan pangan yang bisa mempengaruhi berapa besar kebutuhan lokal, "Semoga kami bisa mensuplai mendekati 30 persen dan tidak hanya kebutuhan lokal tapi kami juga berupaya untuk memberdayakan petani agar bisa mendapatkan pendapatan yang lebih baik melalui lahan yang bisa dikembangkan," kata Nusyirwan Ismail.<br /><br />Dengan konsep sebagai kota metropolitan, Nusyirwan Ismail berharap lahan pertambangan maupun pertanian di Kota Samarinda tetap bisa bersanding dengan baik.<br /><br />"Tidak ada masalah jika ada tambang batu bara asalkan reklamasinya nanti bisa lari ke sektor pertanian sehingga selesai tambang masyarakat tetap bisa mandiri," demikian Nusyirwan Ismail. <strong>(das/ant)</strong></p>


















