Pemerintah Kota Pontianak menjanjikan akan menyediakan rumah dan mobil dinas bagi dokter-dokter spesialis yang bersedia bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pontianak yangakan mulai dioperasikan Juli 2012. <p style="text-align: justify;">"Saat ini sekitar 12 dokter spesialis dari luar yang sudah menyatakan kesiapannya bekerja di RSUD Pontianak," kata Wali Kota setempat Sutarmidji, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan, ke-12 dokter spesialias itu semuanya sudah siap pakai karena memang pindahan dari rumah sakit lainnya baik dari Kota Pontianak maupun dari luar.<br /><br />"Kami memang menjanjikan penyedian sarana dan prasarana serta insentif yang memadai ketimbang harus menyekolahkan calon dokter spesialis dengan pertimbangan akan membutuhkan biaya yang tinggi," ujarnya.<br /><br />Sebelumnya, Sutarmidji menyatakan, untuk tahap pertama RSUD Kota Pontianak akan menyiapkan sekitar 43-48 kamar karena masih tahap pembangunan.<br /><br />Wali kota menambahkan, standar operasional prosedur (SOP) RSUD Kota Pontianak tidak mengenal kelas kamar yang diambil pasien, tetapi menerapkan sistem pelayanan maksimal.<br /><br />"Baik itu pasien dari keluarga mampu atau tidak kalau penyakitnya perlu penanganan cepat dan serius pasti akan diprioritaskan berbeda dengan rumah sakit umum lainnya," ujar Sutarmidji.<br /><br />Ia berharap kehadiran RSUD Kota Pontianak bisa memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu.<br /><br />Pembangunan RSUD Kota Pontianak yang terletak di Kecamatan Pontianak Barat cukup strategis untuk membangun sumber daya manusia yang sehat.<br /><br />RSUD Kota Pontianak itu nantinya juga akan mempermudah pelayanan kesehatan bagi pemegang kartu kesehatan, jaminan kesehatan masyarakat miskin dan Jamkesko.<br /><br />"Kami akan memprioritas pelayanan bagi masyarakat yang memiliki kartu Jamkesmas dan Jamkesko," kata Sutarmidji.<br /><br />Lokasi pembangunan Rumah Sakit Pontianak di eks lahan tempat pembuangan akhir, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, dengan luas sekitar 3,6 hektare dengan total anggaran Rp150 miliar dari APBD dan APBN.<strong> (phs/Ant)</strong></p>


















