Pemkot Singkawang Liburkan Sekolah Akibat Asap

oleh

Pemerintah Kota Singkawang mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan siswa-siswi, lantaran kabut asap yang menyelimuti kota itu kian parah. <p style="text-align: justify;">"Dalam hal ini, Dinas Pendidikan Singkawang mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan siswa-siswi, lantaran kabut asap yang menyelimuti Singkawang semakin parah," kata Kepala Bidang Menengah Dinas Pendidikan Singkawang, Asmadi, Jumat.<br /><br />Dia menyebutkan, jika siswa siswi dari TK, SD, SMP, dan SMA/SMK diliburkan selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu. Dan masuk kembali pada hari Senin untuk melakukan proses pembelajaran di sekolah.<br /><br />Menurut informasi yang diterimanya, bahwa saat ini kondisi asap khususnya di Kota Singkawang, sudah diambang batas dan tidak baik untuk kesehatan.<br /><br />"Dari hasil rapat yang digelar Kesra bersama BPBD dan BLH Singkawang juga menyatakan, bahwa hasil uji BLH mengatakan kalau kabut asap yang terjadi di Singkawang sudah diambang batas. Sehingga dinas terkait mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah," jelasnya.<br /><br />Pihaknya tidak hanya mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan siswa-siswa, namun juga mengintruksikan kepada sekolah-sekolah terutama yang terletak di sekitar lahan gambut, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan guna menanggulangi terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang dikhawatirkan bisa merembet ke sekolah.<br /><br />"Walaupun proses belajar mengajar dihentikan sementara, tapi pihak sekolah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terutama yang berada di sekitar lahan gambut," pintanya.<br /><br />Menurutnya, kewaspadaan itu bisa dilakukan dengan cara membuat jadwal piket untuk menugaskan guru-guru di sekolahnya masing-masing.<br /><br />Selain itu, dia juga menyarankan agar pihak sekolah bisa membuat kolam penampungan air, sehingga bisa menabung dan menadah air hujan, yang sewaktu-waktu dibutuhkan guna memadamkan api apabila terjadi kebakaran.<br /><br />"Dan membuat parit di sekitar sekolah sebagai pembatas sekolah dari lahan gambut," sarannya.<br /><br />Jika pada hari Senin kondisi kabut asap semakin parah, maka libur sekolah bisa saja diperpanjang. Namun, dia tetap mengingatkan, agar siswa-siswi untuk tetap belajar di rumah masing-masing. (das/ant)</p>