Pemerintah Kota Pontianak, menargetkan keuntungan dari perusahaan daerah (perusda) seperti Bank Pasar sebesar Rp2 miliar dari modal yang telah diinvestasikan sebesar Rp4 miliar. <p style="text-align: justify;">"Direktur Bank Pasar Hasrun Arahim kami harapkan bisa mengembangkan bank itu agar lebih besar lagi dari sekarang," kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji, seusai melantik Hasrun Arahim sebagai Direktur Bank Pasar di Pontianak, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan, kalau bank-bank lainnya yang banyak beroperasi di pasar-pasar tradisional di Pontianak bisa menerapkan bunga pinjaman sebesar tujuh persen, kenapa Bank Pasar yang modalnya sudah cukup besar tidak mampu bersaing.<br /><br />"Bila perlu Bank Pasar juga menerapkan bunga pinjaman sebesar tujuh persen sehingga pedagang tinggal memilih," ujarnya.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Sutarmidji berharap, Direktur Bank Pasar yang baru saja dilantik juga berhati-hati saat memberikan pinjaman kepada nasabahnya. "Besaran pemberian kredit juga harus dilihat jangan semaunya seperti di zaman kepengurusan sebelumnya sehingga modal Bank Pasar banyak yang macet," katanya.<br /><br />Saat ini keuntungan dari Bank Pasar sudah mencapai Rp600 juta dari Januari hingga Juli 2012, sementara sebelumnya tahun 2011 hanya Rp412 juta.<br /><br />"Artinya dari kemarin sehingga saya mengancamkan akan menutup Bank Pasar, saat ini sudah mengarah pada kebaikan, tetapi masih jauh dari harapan dan terus ditingkatkan," ujarnya.<br /><br />Sebelumnya, Wali Kota Pontianak akan menutup perusahaan daerah (Perusda), yakni Bank Pasar dan PD Kapuas Indah kalau hingga tahun 2012 masih saja rugi.<br /><br />Sementara itu, Direktur PD Bank Pasar Hasrun Arahim menyatakan, akan berusaha semaksimal mungkin dalam mengejar keuntungan sesuai yang telah ditargetkan oleh wali Kota Pontianak.<br /><br />"Dalam jangka pendek kami akan memaksimalkan keuntungan, dan jangka panjang kami akan membuka kas-kas kecil pada pasar-pasar tradisional yang ada di Pontianak dalam memberikan pelayanan, seperti kredit simpan pinjam," ujarnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>










