Pemkot Terus Kirim Warga Miskin Ke UI

oleh

Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia berkomitmen untuk terus mengirim dan memberikan kesempatan anggota keluarga miskin dan tidak mampu untuk bisa kuliah di Universitas Indonesia (UI) yang merupakan salah satu unversitas terbaik di dunia. <p style="text-align: justify;">"Tahun 2011 kita sudah mengirim 20 lulusan SLTA dari keluarga tidak mampu di Palangka Raya untuk kuliah di UI dengan beasiswa bersumber dari APBD Kota Palangka Raya sebesar Rp2,5 miliar, dan tahun berikutnya kembali akan diberikan kesempatan lebih banyak lagi," kata Riban Satia di Palangka Raya, Sabtu.<br /><br />Ke-20 mahasiswa UI asal keluarga miskin di Palangka Raya itu diterima pada berbagai Program Pakasi atau Diploma Tiga (D3) diantaranya jurusan Kepariwisataan, Komunikasi dan Teknologi Informasi, Perpajakan, Perbankan, Analis Kesehatan.<br /><br />Pemkot menyerahkan seluruh anggaran Rp2,5 miliar kepada pihak Universitas Indonesia untuk biaya dan kewajiban akademik, pemondokan, dan biaya hidup mahasiswa selama menjalani pendidikan yang ditarget selama tiga tahun.<br /><br />Sebanyak 20 mahasiswa keluarga miskin dari Palangka Raya yang sudah menjadi mahasiswa UI sejak bulan Juli 2011 itu seluruhnya gratis dan bahkan menerima uang saku atau biaya hidup Rp1,8 juta per bulan setiap mahasiswa.<br /><br />Warga miskin asal Kota Palangka Raya yang saat ini menjadi mahasiswa UI itu sebelumnya harus mengikuti seleksi yang dilakukan Tim Penerimaan Mahasiswa Baru UI.<br /><br />Menurut Riban, program beasiswa bagi warga miskin asal Kota Palangka Raya untuk kuliah di perguruan tinggi terbaik di Indonesia itu ditargetkan hingga tahun 2013 atau berakhirnya masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangka Raya periode 2008-2013.<br /><br />Ia mengatakan, kebijakan tersebut ada mengingat banyak anak yang berasal dari warga miskin tidak bisa melanjutkan kuliah karena masalah dana. Sedangkan anak tersebut memiliki kepandaian yang cukup, sehingga demi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas Pemkot perlu membantu mengenai masalah itu.<br /><br />"Yang pasti, saat ini sudah banyak orang menginginkan anak-anak yang kami kirim kuliah di UI tersebut agar bisa bekerja di kantor mereka. Sehingga peluang mendapatkan pekerjaan cukup besar," ucapnya.<br /><br />Pihaknya tidak bisa memastikan, apakah setelah lulus nanti yang bersangkutan harus bekerja di Pemkot Palangka Raya. Namun besar harapan hal itu bisa dilakukan, mengingat kemampuannya juga dibutuhkan oleh daerah.<br /><br />"Saya pribadi mengharapkan mereka bisa membantu bekerja di Pemkot Palangka Raya, namun yang pasti setelah ulus nanti harus mengabdi untuk Kota Palangka Raya. Terserah mau bekerja di pemerintahan atau bergerak dibidang swasta," tambahnya.<br /><br />Riban menjelaskan, anggaran untuk mensekolahkan 20 anak tersebut memakan dana kurang lebih Rp2,5 miliar dari awal belajar sampai dengan lulus kuliah.<br /><br />"Saat ini, 20 anak tersebut kuliah mengambil jurusan perpajakan, keuangan, dan administrasi pemerintah. Sedangkan untuk tahun depan, jurusan yang akan kami biayai dilihat berdasarkan dari kebutuhan daerah, apakah itu kesehatan atau bidang lain," ungkapnya.<br /><br />Pihaknya menilai, anggaran sebesar Rp2,5 miliar tersebut tidak relatif besar apabila dibandingkan manfaat untuk daerah dimasa mendatang.<br /><br />Para lulusan UI dari keluarga tidak mampu itu nantinya diharapkan dapat membangun keluarga agar bisa keluar dari kemiskinan dan bahkan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>