Home / Tak Berkategori

Pemkot Turunkan Tim Periksa Kematian Ribuan Ikan

- Jurnalis

Rabu, 6 Juli 2011 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya menyatakan, telah menurunkan tim untuk memeriksa penyebab matinya ribuan ikan keramba beberapa waktu belakangan yang berada di pinggiran Sungai Kahayan kawasan setempat. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami langsung menurunkan tim begitu mendengar informasi banyak ikan mati milik para petani ikan keramba yang berada di pinggiran Sungai Kahayan, untuk mencari tahu apa penyebabnya," kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Palangka Raya, Asmat Limbong, di Palangka Raya, Rabu.<br /><br />Menurutnya, tim yang diturunkan terdiri dari tiga petugas yang meneliti dan mengkaji penyebabnya. Dari hasil cek lapangan itu nantinya baru diketahui secara pasti penyebab ribuan ikan keramba itu mati dan langkah apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.<br /><br />Pihaknya mengharapkan, masyarakat bisa sedikit bersabar dan memberikan waktu kepada tim yang turun ke lapangan mencari tahu penyebabnya.<br /><br />"Kami pasti akan membantu para masyarakat yang bekerja sebagai petani ikan keramba, apabila sudah ditemukan penyebabnya pasti solusi dari permasalahan itu segera diberitahukan," ucapnya.<br /><br />Sementara ini, pihaknya menduga banyaknya ikan yang mati disebabkan panjangnya musim kemarau. Sehingga tingkat kadar keasaman air Sungai Kahayan semakin tinggi.<br /><br />"Kalau kadar keasaman air semakin tinggi, maka kadar garam air juga turut meninggi. Hal itu kemungkinan yang membuat ribuan ikan keramba milik masyarakat banyak mati," ujarnya.<br /><br />Selain itu, lanjutnya, ada juga dugaan banyaknya ikan yang mati akibat dampak dari aksi penambangan emas ilegal di daerah hulu Sungai Kahayan, yang sampai saat ini masih dilakukan masyarakat setempat.<br /><br />"Biasanya para penambang emas menggunakan bahan kimia yang dapat menambah tingkat pencemaran air, sehingga mengganggu kehidupan ikan," tambahnya.<br /><br />Sementara itu, kemungkinan lain penyebab banyaknya ikan keramba yang mati itu akibat terlalu banyak kemasukan lumpur, sehingga tingkat kekeruhan air bertambah beberapa waktu terakhir.<br /><br />Namun hal itu baru dugaan, pihaknya belum berani memastikan secara pasti apa penyebabnya. Oleh sebab itu, untuk menunggu penyebab pastinya tunggu saja laporan dari petugas di lapangan.<strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru