Home / Tak Berkategori

Pemprov Diminta Benahi Infrastruktur Sungai Kakap

- Jurnalis

Senin, 12 Maret 2012 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya Syahrial Wahyudi mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membenahi infrastruktur khususnya jalan di Kecamatan Sungai Kakap yang rusak. <p style="text-align: justify;">"Kami meminta pemerintah memperhatikan kondisi jalan di daerah Sungai Kakap dari pintu masuk Kota Pontianak dengan Kabupaten Kubu Raya yang rusak parah. Sudah 12 orang pengendara menjadi korban dalam dua bulan terakhir ini, untungnya mereka tidak tewas, akibat kendaraannya terperosok ke lubang di jalan berlubang dan rusak," katanya di Sungai Raya, Senin.<br /><br />Ia mengatakan, di Kecamatan Sungai Kakap banyak jalan berlubang, baik yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten.<br /><br />Menurut dia, jalan tersebut terkesan dibiarkan sampai hancur baru dilakukan peninjauan, bukan perbaikan.<br /><br />Politikus Partai Golkar itu meminta perbaikan jalan mengutamakan warga yang sudah terlalu lama menunggu.<br /><br />Apalagi, lanjut dia, jalan merupakan urat nadi masyarakat buat melakukan aktivitas sehari-hari. "Saya pikir dengan itikad baik, akan ada jalan keluar bersama," katanya.<br /><br />Ia melanjutkan, sebelumnya masyarakat Dusun Pelita III, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, pernah melakukan aksi protes terhadap pemerintah terkait lambannya penanganan jalan rusak.<br /><br />Warga sengaja menanam beberapa pohon pisang di tengah Jalan Pelita khususnya jalan berlubang yang merupakan jalan poros desa.<br /><br />Hal itu menjadikan simbol kekecewaan masyarakat karena pemerintah tak kunjung memperbaiki jalan rusak tersebut.<br /><br />"Jalan semakin hancur sementara pemprov sibuk dengan urusan pemerintahan yang tidak tuntas-tuntas. Pemda juga harus melihat infrastruktur seperti jalan masyarakat yang rusak parah seperti ini, karena jika jalan rusak parah aktivitas masyarakat akan terganggu," tuturnya.<br /><br />Ia berharap kepada dinas yang ada di kabupaten maupun provinsi dan instansi terkait melihat kondisi di lapangan.<br /><br />Apalagi, ujar dia, jalan yang rusak ini merupakan jalan poros desa yang menghubungkan antara satu desa dengan desa lainnya.<br /><br />"Kalau masyarakat sudah menanam pohon pisang di tengah jalan, berarti jalan tersebut memang rusak parah dan tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah," katanya.<br /><br />Jajaran Komisi C DPRD Kabupaten Kubu Raya meminta Jalan Sungai Kakap sepanjang dua kilometer yang rusak bisa segera mendapat penanganan.<br /><br />"Jalan rusak berada di antara Jalan Sepakat hingga ke Pal V. Kondisinya sangat rusak berlubang serta berbahaya. Masalahnya, tak sedikit pemakai kendaraan roda dua bertemu dengan yang namanya kecelakaan," kata anggota Komisi C DPRD Kubu Raya Syarif Said Ibrahim dari daerah pemilihan Sungai Kakap itu.<br /><br />Said yang juga mantan Kades Sungai Kakap itu menjelaskan bahwa pemerintah provinsi juga diharapkan segera memperbaiki jalan poros yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.<br /><br />Badan jalan itu merupakan jalan provinsi seperti halnya Jalan Adi Sucipto.<br /><br />Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Usman menjelaskan bahwa jalan rusak tersebut sangat krusial sekali apalagi sebagai urat nadi aktivitas masyarakat.<br /><br />"Warga Sungai Kakap biasanya bekerja, bersekolah dan melakukan kegiatan lain dengan jalur ini. Sayang ketika rusak, juga tidak sedikit masyarakat Sungai Kakap menjadi korban keganasan jalan rusak tersebut," kata Usman.<br /><br />Usman berharap bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar agar segera memperhatikan jalan rusak sepanjang dua kilometer tersebut karena ini juga menjadi komitmen pemprov yang akan memperhatikan prasarana publik berupa jalan-jalan utama. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru