Pemprov Fasilitasi Penggabungan Pdam Kabupaten-Kota

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap memfasilitasi penggabungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terdapat pada dua kota dan tiga kabupaten di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan menyatakan hal itu di sela-sela peresmian "Booster Pump" Muslimin, bangunan operasional dan laboratorium reservoar PDAM Intan Banjar di Kelurahan Sungai Besar Banjarbaru, Senin.<br /><br />"Pemprov Kalsel siap memfasilitasi merger PDAM yang dikelola pemerintah daerah di lima kabupaten dan kota sehingga cakupan pelayanan pelanggan lebih luas dan semakin baik," ujar wakil gubernur.<br /><br />Kelima PDAM yang pengelolaannya siap dimerger adalah PDAM Intan Banjar yang dikelola bersama antara Pemkab Banjar dan Pemkot Banjarbaru, PDAM Bandarmasih yang dikelola Pemkot Banjarmasin.<br /><br />Dua PDAM lain yang letaknya bertetangga dengan Banjarbaru dan Banjarmasin dikelola pemerintah kabupaten yakni PDAM milik Pemkab Tanah Laut dan PDAM yang dikelola Pemkab Barito Kuala.<br /><br />Menurut wakil gubernur, pihaknya sudah mendengar langsung kesediaan Bupati Banjar Khairul Saleh dan Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor yang mendukung penuh penggabungan PDAM tersebut.<br /><br />Langkah selanjutnya yang ditempuh adalah menyampaikan terobosan itu kepada Wali Kota Banjarmasin, Bupati Tanah Laut dan Bupati Batola sehingga bisa duduk satu meja membahas kebijakan strategis itu.<br /><br />"Jika kelima kepala daerah sepakat dan mendukung penggabungan maka dilanjutkan penandatanganan kesepakatan terkait manajemen pengelolaan yang dijalankan bersama-sama," katanya.<br /><br />Dikatakan, jika penandatanganan kesepakatan ditargetkan terealisasi dalam waktu satu pekan ke depan maka segera ditindaklanjuti dengan laporan ke Kementerian Pekerjaan Umum melalui Dirjen Cipta Karya.<br /><br />"Kami siap mendampingi ke Dirjen Cipta Karya sehingga keinginan bersama untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada pelanggan cepat terwujud," kata dia.<br /><br />Ditekankan, pengelolaan manajemen PDAM secara bersama-sama tidak merugikan daerah maupun pemerintah baik kabupaten dan kota karena tidak berdampak terhadap pengurangan anggaran atau alokasi dana lainnya.<br /><br />"Pengelolaannya justru lebih mudah karena dikoordinir langsung Pemprov Kalsel dan tidak mengganggu rencana atau program yang disiapkan pemerintah daerah," katanya.<br /><br />Bupati Banjar Khairul Saleh mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana merger PDAM itu apalagi sudah mewacanakannya sejak memimpin kabupaten sejak tahun 2005 silam.<br /><br />"Sudah sejak pertama kali memimpin Kabupaten Banjar saya sudah mewacanakan merger PDAM dengan kabupaten dan kota lain di Kalsel sehingga pengelolaannya semakin mudah dan lancar karena dijalankan bersama," ujarnya.<br /><br />Senada Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor menyatakan siap menjalankan komitmen bersama mengelola PDAM sehingga pelayanan air bersih kepada pelanggan semakin baik dan sesuai harapan masyarakat.<br /><br />"Bagi kami, komitmen pelayanan umum yang berdampak terhadap pemenuhan hajat hidup orang banyak harus didukung penuh sehingga pemerintah menjalankan tugasnya sebagai lembaga pelayan masyarakat," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>