Pemprov Kalbar Bangun 42 Unit Pembangkit Listrik

oleh

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kalimantan Barat Ansfridus mengatakan, sampai dengan tahun 2015, pemerintah provinsi setempat telah membangun 42 unit pembangkit listrik pada beberapa titik daerah. <p style="text-align: justify;">"Sampai dengan tahun 2015 telah di bangun beberapa pembangkit listrik yang manfaatnya energi baru terbarukan dengan sumber pendanaan dari APBN, APBD provinsi/kabupaten/ kota dan BUMN," katanya di Kapuas Hulu, Selasa.<br /><br />Adapun lokasi pembangunan pembangkit listrik tersebut, yaitu PLTM, 1 unit, PLTMH 20 unit, PLTS terpusat dengan total kapasitas 290 kWp di 19 lokasi, SHS 9.273, SKEA 1 unit, serta hybrid surya dan angin 1 unit, dengan total kapasitas sebesar 3,233 MW.<br /><br />"Kita akan kembali melakukan pendataan, untuk lokasi mana saja yang masih belum teraliri listrik, untuk proses pembangunan tahun berikutnya," tuturnya.<br /><br />Seperti pada hari ini, lanjutnya, dimana Pemprov Kalbar kembali meresmikan PLTS 15 Kwp di dusun Mungguk desa Rantau Prapat, kabupaten Kapuas Hulu.<br /><br />"Tentunya, kita berharap agar PLTS ini bisa memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat," katanya.<br /><br />Di tempat yang sama, Kepala Desa Rantau Prapat, Benediktus Bertus sangat bersyukur kepada pemerintah Provinsi dan pusat yang sudah memberikan penerangan listrik pada masyarakat desanya walau dengan kapasitas terbatas.<br /><br />"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur. Kami berharap desa tetangga seperti Desa Lauk dan Batu Lintang suatu saat bisa dipikirkan pemerintah agar mereka juga bisa menikmati penerangan pada malam hari," katanya.<br /><br />Sementara itu, Gubernur Kalbar, Cornelis meminta supaya Kepala Dinas Pertambangan dan energi Provinsi Kalimantan Barat Agar menginventarisasi potensi energi di Kapuas Hulu dan di kabupaten lain di Kalbar, termasuk listrik dari Sosekmalindo untuk perbatasan, saat ini baru dimulai pembangunan Sutet mulai dari Bengkayang sampai Kapuas Hulu.<br /><br />Menurutnya, kebutuhan masyarakat atas listrik saat ini merupakan implementasi nawacita Presiden Joko Widodo, yang secara lengkap yaitu, swasembada pangan, pembangunan jalan dan jalan tol, pembangunan trans kereta api, poros jalan perbatasan, pembangunan pelabuhan laut atau tol laut.<br /><br />Selain itu, juga ada pemenuhan kebutuhan listrik rakyat, pembangunan irigasi, menghentikan kegiatan ilegal logging, darurat Narkoba.<br /><br />"Namun pelaksanaannya tentu bertahap disesuaikan dengan kemampuan pemerintah," katanya. (das/ant)</p>