Pemprov Kalbar Kaji Ulang Sumber Air Baku

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengkaji ulang sejumlah lokasi sebagai sumber bahan air baku untuk memenuhi kebutuhan perusahaan daerah air minum di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. <p style="text-align: justify;">"Mungkin tiga atau empat tahun lagi Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya akan mengalami krisis air bersih," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat, Jakius Sinyor di Pontianak, Jumat.<br /><br />Menurut dia, intrusi air asin sudah semakin jauh ke kawasan pehuluan Sungai Kapuas yang hingga kini masih menjadi sumber utama air bersih untuk PDAM Kota Pontianak dan Kubu Raya.<br /><br />Ia mencontohkan kawasan Penepat, Kabupaten Kubu Raya, yang dijadikan sumber alternatif utuk air bersih PDAM Kota Pontianak kini mulai gampang terkena intrusi air asin saat musim kemarau.<br /><br />"Padahal, Penepat sebelumnya berperan penting untuk menyediakan air baku bagi Kota Pontianak," kata dia.<br /><br />Ia melanjutkan, untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar akan meneliti air baku di daerah lain. Salah satu yang akan dikaji yakni dari Air Terjun Mananggar di Kabupaten Landak. "Tidak menutup kemungkinan juga untuk daerah lain juga dikaji," ujar dia.<br /><br />Ia menambahkan, antara Kota Pontianak dan Mananggar terdapat selisih ketinggian hingga 75 meter. "Kita dapat memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempermudah penyaluran air dari Mananggar menuju Pontianak," kata Jakius Sinyor.<br /><br />Namun, lanjut dia, untuk lebih memastikan hal-hal teknis semacam itu, dibutuhkan kajian mendalam serta melibatkan ahli di bidangnya masing-masing.<br /><br />"Tahun 2012, kajian itu akan dimulai dengan harapan setahun berikutnya dapat dilaksanakan," ujar Jakius Sinyor.<br /><br />Ia berharap upaya untuk memperkuat pasokan air baku tersebut juga didukung oleh perbaikan manajemen PDAM.<br /><br />Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya dilewati Sungai Kapuas yang berhulu di Kabupaten Kapuas Hulu. Sungai terpanjang di Indonesia itu juga menjadi sumber air baku oleh dua daerah tersebut.<br /><br />Namun ketika musim kemarau air asin masuk hingga puluhan kilometer dari muara Sungai Kapuas sehingga mengganggu produksi PDAM Kota Pontianak maupun PDAM Kabupaten Kubu Raya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>