Pemprov Kalbar Keluhkan Rambu Kerap Hilang

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengeluhkan masih maraknya pencurian rambu lalu lintas, baik untuk transportasi di sungai maupun darat. <p style="text-align: justify;">"Banyak rambu lalu lintas yang hilang, padahal pengadaannya tidak murah," kata Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Informatika Provinsi Kalbar, Agustinus Edi Sukarno saat dihubungi di Pontianak, Selasa.<br /><br />Ia mencontohkan rambu di sungai yang menggunakan kayu jenis belian karena relatif lebih kuat terhadap air.<br /><br />Namun, harga kayu belian lebih mahal dibanding jenis kayu lainnya di Kalbar.<br /><br />Ia menambahkan, pengadaan rambu jalan raya juga memerlukan biaya yang cukup mahal. "Bahan yang digunakan untuk rambu tersebut berasal dari alumunium," ucapnya.<br /><br />Menurut Edi Sukarno, setiap tahun selalu dilakukan pengadaan rambu-rambu lalu lintas tersebut.<br /><br />Sedangkan untuk pencegahan, selalu dilakukan pihak Pemprov Kalbar dengan menggandeng pihak terkait seperti aparat dan warga setempat.<br /><br />"Sebelum melakukan pemasangan, baik di sungai maupun darat, selalu berkoordinasi dengan camat, lurah, RT, RW, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat setempat," ujarnya.<br /><br />Ia menegaskan, masyarakat dilibatkan agar dapat bersama-sama menjaga rambu-rambu lalu lintas tersebut.<br /><br />Edi Sukarno melanjutkan, keberadaan rambu-rambu sangat penting bagi pengguna transportasi sungai maupun darat.<br /><br />Ia mengakui, sulit untuk menjaganya kalau hanya mengandalkan pihak kepolisian karena cakupan wilayah yang luas. <strong>(das/ant)</strong></p>