Pemprov Kalbar Kucurkan Rp10 Miliar Untuk Katedral

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali mengucurkan dana Rp10 miliar untuk mempercepat pembangunan Katedral ST Yoseph yang terletak di Jalan Patimura, Kota Pontianak. <p style="text-align: justify;">"Pada APBD tahun 2011 lalu, kita sudah mengucurkan dana Rp10 miliar untuk memugar Katedral St Yoseph. Pada tahun APBD 2012 saya juga sudah memujuk dewan untuk kembali mengucurkan dana Rp10 miliar agar katedral ini bisa cepat dibangun, dan pada misa Natal tahun depan, katedral itu bisa digunakan," kata Gubernur Kalbar, Cornelis, saat mengikuti misa malam Natal di Katedral ST Yoseph Pontianak, Sabtu malam.<br /><br />Dia menyatakan, pemugaran tersebut sudah dilakukan sejak April 2011 lalu, di mana katedral yang telah berusia 102 tahun tersebut dirobohkan untuk dilakukan proses pemugaran.<br /><br />Bukan sekedar memugar, lanjut Cornelis, pihak pengurus gereja berencana menggantinya dengan bangunan yang benar-benar baru. Panitia pembangunan gedung Katedral bahkan sudah dibentuk tahun lalu.<br /><br />"Bangunan baru ini dirancang dapat menampung sekitar tiga ribu orang, dengan pembagian ruang utama untuk dua ribu orang dan lantai dasar seribu orang. Artinya, kapasitasnya hampir tiga kali lipat bangunan sebelumnya yang hanya berkapasitas 1.100 orang," tuturnya.<br /><br />Bangunan baru itu nantinya tiga lantai. Dua lantai untuk ibadah, sedangkan lantai dasar untuk tempat parkir yang pada hari raya besar dapat diubah menjadi tempat ibadah.<br /><br />"Gereja baru juga lebih lebar. Akibatnya sebagian pastoran yang berdampingan dengan gereja sekarang ikut dirobohkan, tidak hanya soal bangunan. Nantinya di halaman gereja akan dibikin taman hijau, sebagai sumber oksigen, ada pula sudut khusus untuk devosi Bunda Maria," tuturnya.<br /><br />Sebelumnya, Pastor Paroki Katedral Pontianak, Damian Doraman OFM Cap mengatakan, kelebihan muatan memang menjadi salah satu alasan didirikannya bangunan baru.<br /><br />"Umat paroki (katedral) kita jumlahnya lima ribuan orang, sedangkan daya tampungnya hanya 1.100 orang. Dari dulu, fisik gedung ukurannya segini terus, sementara manusia kan selalu bertambah banyak," tuturnya.<br /><br />Sebab lainnya adalah fisik bangunan lama yang sudah terlalu usang, karena bahan utamanya adalah kayu.<br /><br />"Dinding kayunya sudah terlalu tua. Banyak yang lapuk dan sudah rusak. Percuma kalau hanya dipugar, karena akan terus menerus seperti ini," kata Damian.<br /><br />Bagian atap gereja juga banyak bocor dan menyebabkan air hujan merembes ke bagian dalam. Menara lonceng setinggi 22 meter pun mulai miring sekitar 20 centimeter ke arah depan. &lt;strong>(phs/Ant)</strong></p>