Pemprov Kalbar Prioritaskan Pembangunan Jalan Tayan-Sosok-Sanggau

oleh
oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memprioritaskan pembangunan jalan Tayan-Sosok-Sanggau pada tahun 2015 dan pengerjaannya ditargetkan akan dimulai pada bulan Maret. <p style="text-align: justify;"><br />"Tahun ini kami prioritaskan pembangunan jalan yang menghubungkan Tayan-Sosok-Sanggau karena kondisinya memang rusak parah dan perlu penanganan segera. Pengerjaannya dilakukan berbarengan dengan jalan nasional lain yang masih belum selesai sekitar tujuh persen lagi yang akan dilanjutkan pengerjaan pada tahun ini," kata Kepala Dinas PU Kalbar, Jakius Sinyor di Pontianak, Jumat.<br /><br />Dia menjelaskan, saat ini rencana pembangunan jalan nasional dan provinsi di jalur itu sudah memasuki proses tender dan ada dua perusahaan nasional yang akan mengerjakannya.<br /><br />"Tinggal menunggu kucuran uang muka pengerjaan dari Asian Development Bank (ADB) maka jalan itu akan langsung dikerjakan dan kemungkinan besar itu akan dimulai pada bulan Maret. Dan untuk pembangunan jalan itu akan menghabiskan dana sebesar hampir Rp500 miliar lebih dengan sumber dana dari ADB," katanya.<br /><br />Jakius mengungkapkan, selain jalan Tayan-Sosok-Sanggau, tahun ini juga akan dilakukan pengerjaan pada jalan yang menghubungkan Galing-Aruk dan satu lagi jalan yang menghubungkan Singkawang menuju ke Tebas. Ketiga proyek pembangunan jalan tersebut akan menggunakan dana dari ADB dan juga akan segera dikerjakan.<br /><br />"Demikian untuk pengerjaan jalan yang menjadi tanggung jawab dari Pemprov Kalbar, juga akan kami lakukan pengerjaannya pada tahun ini, dimana ada jalan sepanjang 1.500 km yang menjadi kewajiban untuk pengerjaan dan perawatannya. Sejauh ini kondisinya masih ada sekitar 20 persen yang harus dibangun dan diperbaiki dan akan kita kerjakan juga," katanya.<br /><br />Dia menambahkan, Pemprov Kalbar berencana akan melanjutkan pengerjaan jalan tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, hal itu terhambat oleh adanya beberapa jalan yang masuk dalam kawasan hutan lindung dan cagar alam.<br /><br />"Makanya itu harus kita sinkronkan dahulu dengan pihak-pihak terkait. Dan karena itu sudah tidak ada masalah lagi, makanya tahun ini baru bisa kita lanjutkan pengerjaannya," kata Jakius. (das/ant)</p>