Pemprov Kalbar Promosi Investasi Ke Belanda

oleh

Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Kalimantan Barat berencana melakukan promosi investasi ke Belanda pada tahun 2012. <p style="text-align: justify;">"Rencana promosi tersebut tentunya berada di bawah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Promosi ke Belanda akan diselenggarakan dalam kurun waktu antara April-November 2012," kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Kalimantan Barat Yoseph Alexander di Pontianak, Jumat.<br /><br />Yoseph mengatakan, promosi ke negeri kincir angin tersebut dinilai penting karena selain memberikan informasi potensi investasi di Kalbar dengan menyediakan stand-stand informasi, juga memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan perusahaan maupun pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi sesuai dengan latarbelakang usaha mereka.<br /><br />"Sehingga kematangan dan kelengkapan informasi mengenai potensi investasi di Kalbar pun sangat diperlukan. Karena tidak menutup kemungkinan kerja sama dapat langsung dilaksanakan di Belanda, jika calon investor tertarik untuk berinvestasi setelah mendapatkan informasi potensi investasi di Kalbar," kata Yoseph.<br /><br />Menurut Yoseph, untuk ikut serta pada pameran investasi di Belanda tersebut, setiap provinsi harus membayar hingga Rp300 juta per satu minggu pameran.<br /><br />Untuk itu, lanjut Yoseph, mulai akhir tahun 2011 pihaknya menginformasikan kepada kabupaten/kota di Kalbar untuk menginventarisasi potensi-potensi investasi di wilayah masing-masing, sebagai bahan pameran di Belanda nantinya.<br /><br />"Hal itu dilakukan pula belajar dari pengalaman rencana presentasi potensi investasi Gubernur Kalbar di hadapan pengusaha Timur Tengah yang batal secara sepihak tanpa alasan yang jelas oleh mereka. Sehingga Kalbar pun bersiap diri untuk lebih melengkapi informasi potensi investasi yang ada," jelas Yoseph.<br /><br />Berdasar data BPMD KALbar hingga akhir September 2011 persetujuan investasi di Kalbar mengalami peningkatan.<br /><br />Terdapat 42 proyek penanaman modal Asing (PMA) yang disetujui dengan nilai 698,5 juta dolar AS dan Rp1,243 triliun serta enam proyek penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang disetujui dengan nilai Rp1,017 triliun.<br /><br />Kemudian, meningkatnya realisasi proyek sampai dengan semester I 2011 ini untuk PMA 1,284 miliar dolar AS untuk 70 proyek, dan PMDN sebanyak 137 proyek dengan nilai realisasi sebesar Rp9,661 triliun. <strong>(phs/Ant)</strong></p>