Pemprov Kalteng Cabut Instruksi Pembatasan Penjualan BBM

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencabut instruksi gubernur mengenai pembatasan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat setelah sempat berjalan beberapa minggu. <p style="text-align: justify;">"Kami setelah mendapatkan kepastian dari PT Pertamina dan berunding dengan Ketua DPRD Kalteng bahwa sejak Jumat (1/6) masyarakat tidak dibatasi lagi pembelian BBM khusus untuk jenis premium," kata Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Diran mengatakan, instruksi pencabutan BBM tersebut saat ini belum bisa dikeluarkan secara tertulis mengingat Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang masih berada di luar daerah. Namun, sosialisasi dan pelaksanaannya dimulai dari sekarang.<br /><br />Menurut Diran, meski instruksi pembatasan penjualan BBM tersebut dicabut, pengawasan terhadap para pelangsir tetap diperketat. Salah satu yang mengakibatkan panjangnya antrean di SPBU adalah kalangan pelangsir, apabila dibandingkan masyarakat biasa.<br /><br />"Kami minta aparat kepolisian tetap kerja keras membantu pengawasan para pelangsir, jangan sampai nantinya pasokan BBM lancar namun yang menikmatinya tetap sekelompok oknum. Hal itu tentu bukan menjadi tujuan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat," katanya.<br /><br />Diran menjelaskan, jumlah kendaraan bermotor yang ada di Kalteng berdasarkan data sampai dengan April 2012, untuk roda dua sebanyak 525.025 unit, sedangkan roda empat 50.515, dan angkutan sungai 11.255 unit.<br /><br />"Oleh sebab itu, wajar kalau Kalteng memerlukan penambahan kuota BBM, sebab dengan jumlah sebanyak itu minimal persediaan sampai dengan akhir tahun itu mencapai 449.850 kiloliter premium, 275.854 kiloliter solar seperti yang sudah diusulkan kepada pemerintah pusat," ungkap Diran. <strong>(phs/Ant)</strong></p>