Pemprov Kaltim Bantu Biaya SOA Mahakam Ulu

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) segera membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu untuk mengatasi rawan pangan bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan dengan memberikan Subsisdi Ongkos Angkut (SOA), khususnya untuk sembilan bahan pokok. <p style="text-align: justify;"><br />"Mengatasi kelangkaan pangan di Kabupaten Mahakam Ulu, kita akan segera koordinasikan dengan dinas, instansi terkait untuk membantu melalui subsisdi ongkos angkut," kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak di Samarinda, Rabu.<br /><br />Subsidi ongkos angkut yang dimaksud adalah subsidi kebutuhan pokok yang diangkut dengan tarif yang rendah, sehingga harga barang yang diangkut tersebut bisa sama dengan di kota, karena itu diharapkan rawan pangan di pedalaman dan perbatasan bisa diatasi, katanya.<br /><br />"Kita akan segera koordinasikan untuk melakukan bantuan subsidi ongkos angkut melalui APBD Kaltim dan mudah-mudahan juga bisa dibantu dari APBN," kata Awang.<br /><br />Sebelumnya, gabungan komisi anggota DPRD Kabupaten Mahakam Ulu yang berjumlah enam anggota Lejo Kaya, Suharto, Nona Dog, Mikron Paron Tingang, Stenes Klemen Ajang yang dipimpin langsung Martin Hat selaku ketua tim menyampaikan aspirasi, terkait dampak musim kemarau, membuat masyarakat pedalaman dan perbatasan kesulitan untuk mendapat sembako.<br /><br />"Masyarakat di sana sangat kesulitan mendapat sembako, kalaupun ada harganya naik sampai 50 persen, seperti harga beras, kalau harga normal sebelumnya hanya Rp350-400 ribu per sak dengan 20 Kilogram, tetapi sekarang sudah mencapai Rp750 ribu, begitu juga harga bbm sudah mencapai Rp30.000 per liter khususnya di daerah Tiong Ohang," kata Martin.<br /><br />Terkait dengan permasalahan tersebut, Martin meminta Pemprov Kaltim untuk membantu melalui subsisdi ongkos angkut, karena dengan begitu, masyarakat bisa terbantu memenuhi keburuhan sembako.<br /><br />"Masyarakat di sana punya uang, tetapi kalau barangnya tidak ada apa yang mau dibeli, karenan itu jalan satu-satunya adalah bantuan subsidi dari Pemprov, untuk angkutan sembako," kata Martin. (das/ant)</p>