Pemprov Kaltim Salurkan Beasiswa Untuk 35.000 Penerima

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyalurkan Beasiswa Kaltim Cemerlang untuk 35.000 orang penerima hingga akhir November 2014. <p style="text-align: justify;">"Beasiswa Kaltim Cemerlang tahun ini telah dinikmati sebanyak 35.000 penerima. Secara keseluruhan jumlah penerima ditargetkan mencapai 50.000 penerima," kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Bere Ali di Samarinda, Rabu.<br /><br />Ia mengatakan penerima beasiswa dibagi dalam tiga kategori, yaitu dari kuota pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) dan melalui kerja sama antara Pemprov Kaltim dengan perguruan tinggi di luar Kaltim maupun luar negeri.<br /><br />Beasiswa ini, kata dia, diperuntukan bagi putra-putri daerah asal Kaltim dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT) bahkan S-3.<br /><br />Program tersebut, kata Bere Ali, merupakan gagasan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah ini.<br /><br />"Awalnya pada 2009 beasiswa ini diprogramkan hanya untuk kuota sebanyak 30.000 penerima per tahun, tetapi oleh gubernur pada 2014 ditambah menjadi 50.000 penerima. Meski disiapkan untuk 50.000 penerima, kata dia, tetapi tahun ini targetnya belum tercapai," ," ujarnya Bere Ali menjelaskan sistem penyaluran beasiswa disesuaikan dengan masing-masing kategori. Pemprov Kaltim hanya menentukan kriteria yang berhak menerima bantuan tersebut. Artinya keputusan siapa yang berhak menerima beasiswa ditentukan masing-masing kategori.<br /><br />Ia mencontohkan dari jenjang SD hingga S3 ditentukan kabupaten/kota. Sementara untuk penyaluran dari perguruan tinggi yang menentukan adalah dari masing-masing perguruan tinggi.<br /><br />Sedangkan melalui kerja sama universitas luar daerah dan luar negeri ditentukan dari masing-masing pihak yang bekerja sama dengan Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan Provinsi.<br /><br />Dia mencontohkan kerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Universitas Adelaide Australia, termasuk sejumlah universitas di Rusia untuk studi perkeretaapian.<br /><br />"Jika terdapat nama yang sama dalam penyaluran tersebut, khususnya antara kategori kabupaten/kota dan perguruan tinggi, maka yang diprioritaskan untuk masuk adalah nama dari kabupaten/kota," katanya.<br /><br />Sedangkan nama yang sama di perguruan tinggi, menurut Bere Ali, akan dialihkan dengan nama yang lain sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.<br /><br />Hingga saat ini, katanya, penyaluran maupun kerjasama antara Pemprov Kaltim dengan Perguruan Tinggi di luar Kaltim terus berjalan. Apalagi mulai tahun ini penyaluran beasiswa tidak lagi dibatasi kuota.<br /><br />"Artinya kuota tidak dibatasi sesuai jenjang pendidikan. Sebelumnya kuota masing-masing jenjang pendidikan dibatasi, sehingga hal itu dinilai kurang efektif karena tidak semua mendapatkan hak yang sama," ujarnya.<br /><br />Karena itu, katanya, untuk pemerataan, maka sistem yang lama tidak digunakan lagi. Sekarang semua ditentukan masing-masing kabupaten/kota maupun perguruan tinggi, sehingga tidak ada lagi penentuan dilakukan Pemprov Kaltim.<br /><br />Berdasarkan data yang ditetapkan masing-masing kategori, Pemprov Kaltim akan melakukan pendataan ulang untuk mengetahui apakah ada nama ganda atau tidak, sehingga bisa segera diklarifikasi.<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musyahrim mengatakan, tahun ini kuota penerima beasiswa hanya mencapai 35.000. Diharapkan, tahun selanjutnya jumlah penerima dapat memenuhi target kuota yang telah ditargetkan.<br /><br />"Penyaluran hingga saat ini masih dalam proses. Ditargetkan selesai pertengahan Januari 2015. Karena, hal ini disesuaikan jika ada masalah rekening yang tidak aktif sehingga harus segera dituntaskan," kata Musyahrim. (das/ant)</p>