Pemprov Minta Akademisi Kaji Beasiswa Perguruan Tinggi

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta kalangan akademisi mengkaji program kuliah gratis melalui bantuan beasiswa bagi mahasiswa daerah setempat, baik yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta maupun negeri. <p style="text-align: justify;">Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Sigit Muryono di Samarinda, Senin, mengemukakan program kuliah gratis merupakan inisiatif Gubernur Awang Faroek Ishak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Kaltim.<br /><br />"Dari kajian itu diharapkan muncul rekomendasi bagi Pemprov Kaltim untuk menyusun payung hukum, misalnya, rasa aman dalam penyelenggaraan program kuliah gratis dan ketersediaan dananya," kata Sigit usai membuka "Simposium Grand Desain Implementasi Beasiswa Perguruan Tinggi se-Kaltim".<br /><br />Menurut ia, tujuan simposium grand desain ini untuk memberikan masukan kepada Pemprov Kaltim mengenai peluang dan kemungkinan pemerintah melaksanakan program tersebut.<br /><br />Kondisi tersebut juga sangat erat hubungannya dengan peraturan daerah tentang pendidikan, sehingga perlu adanya peninjauan kembali dari masing-masing tim akademisi yang telah ditetapkan untuk mengkaji program beasiswa tersebut.<br /><br />Dengan kajian itu, Sigit berharap ada payung hukum bagi Pemprov Kaltim untuk menjalankan program tersebut di masa mendatang.<br /><br />"Ke depan, siapapun yang menjadi gubernur Kaltim dapat menjalankan program tersebut, sehingga program ini lestari sepanjang masa dan tidak bermasalah secara hukum di kemudian hari," tambahnya.<br /><br />Sigit menjelaskan ada enam hal yang patut menjadi pertimbangan dalam menjalankan program kuliah gratis tersebut, yakni program hanya untuk mahasiswa yang kuliah pada perguruan tinggi di Kaltim, baik swasta maupun negeri agar bebas dari biaya sumbangan pembangunan pendidikan dan merupakan warga Kaltim.<br /><br />Model pendanaan melalui subsidi atau didukung pemprov dan pemerintah kabupaten/kota, program diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu, mahasiswa berprestasi, mahasiswa baru atau mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhir perkuliahan.<br /><br />"Sesuai arahan Gubernur Awang Faroek Ishak, masalah ini diharapkan bisa dikaji oleh para akademisi. Jika semua telah sepakat dan payung hukumnya telah ditetapkan, tentu pemerintah daerah bisa menjalankannya," jelasnya.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Dayang Budiati mengatakan gagasan program beasiswa bagi mahasiswa perguruan tinggi itu muncul setelah masih ada lulusan SMA dan sederajat yang tidak bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi karena kekurangan biaya.<br /><br />"Inisiatif gubernur untuk program ini bukan karena Kaltim semata-mata sebagai daerah kaya, tetapi karena adanya komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk program pendidikan. Faktanya tidak banyak daerah lain yang APBD-nya lebih besar, tetapi belum mampu menjalankan program sekolah atau pendidikan gratis," ujarnya. (das/ant)</p>