Home / Tak Berkategori

Pemprov Salurkan Rp2,6 Miliar Untuk Desa Tertinggal

- Jurnalis

Rabu, 21 Desember 2011 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyalurkan dana pengembangan bagi 52 desa miskin atau tertinggal di Kalimantan Selatan sebesar Rp2,6 miliar yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini. <p style="text-align: justify;">Kepala Badan Pemerintah Desa Pemprov Kalsel Masdariansyah di Banjarmasin, Rabu, mengatakan, secara bertahap pihaknya menargetkan 617 desa tertinggal di Kalsel bakal menerima bantuan dana dari APBD Pemprov Kalsel masing-masing Rp50 juta.<br /><br />Program tersebut, kata dia, bertujuan mengangkat desa miskin tersebut menjadi desa yang lebih baik dan sejahtera, melalui beberapa program antara lain perbaikan infrastruktur maupun simpan pinjam untuk modal usaha dan beberapa program lainnya.<br /><br />"Tentunya dana pelaksanaan program tersebut tidak hanya dari Pemprov tetapi juga dari pemerintah kabupaten dan kota terkait, sehingga seluruh kegiatan bisa dilaksanakan dengan maksimal," katanya.<br /><br />Hingga kini, kata dia,pengentasan kemiskinan melalui berbagai program desa tersebut sudah berjalan selama lima tahun dan tiap tahunnya sebanyak 52 desa mendapatkan bantuan.<br /><br />Pada 2012, kata dia, program tersebut akan kembali dilanjutkan setelah melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kota tentang desa-desa yang masih harus diberikan bantuan.<br /><br />Menurut Masdari, selain Pemprov Kalsel, hampir seluruh kabupaten dan kota melaksanakan program yang sama, hanya saja nama programnya berbeda-beda, seperti di Kabupaten Hulu Sungai Selatan bernama program ampih miskin.<br /><br />"Program sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi tersebut cukup berhasil dan mampu mengurangi penduduk miskin di Kalsel," katanya.<br /><br />Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Mukhlis Gafuri berharap seluruh program yang akan dilaksanakan dan telah dilaksanakan harus berdasarkan data-data makro, sehingga tidak salah sasaran.<br /><br />"Data-data makro sangat penting untuk menjadi salah satu patokan pelaksanaan dan pencapaian sebuah program, dengan demikian seluruh program yang direncanakan akan terlihat hasilnya," katanya.<br /><br />Menurut dia, pemerintah provinsi akan selalu mendukung program-program pemerintah daerah untuk mengurangi angka kemiskinan yang ada di Kalsel antara lain melalui program bantuan terhadap desa-desa tertinggal. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Liter — Warga Panik, DPRD Soroti Dugaan Permainan Distribusi
Pemkab Malinau Gelar Ibadah Syukur Tahun Baru 2026, Bupati Ajak Perkuat Persatuan dan Pelayanan
30 Lansia di Tarakan Diwisuda, Wawali Ibnu Saud: Tua Hanyalah Angka
Peringatan Bulan K3 Nasional, Wagub Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja
Komisi III DPRD Melawi Desak Investigasi Perusahaan Sawit Nakal, Lahan Warga di HGU Harus Dikeluarkan
Bupati Shalahuddin Pimpin Apel Pagi di Dinas PERKIMTAN, Tekankan Peningkatan Kinerja 2026
Pastikan Pelayanan dan Distribusi Air Lancar, Komisi III DPRD Melawi Kunjungi PDAM Tirta Melawi
Wabup Sintang Dorong Pembangunan TPS Baru di Jerora Satu

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:30 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Liter — Warga Panik, DPRD Soroti Dugaan Permainan Distribusi

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:14 WIB

Pemkab Malinau Gelar Ibadah Syukur Tahun Baru 2026, Bupati Ajak Perkuat Persatuan dan Pelayanan

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:09 WIB

30 Lansia di Tarakan Diwisuda, Wawali Ibnu Saud: Tua Hanyalah Angka

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:09 WIB

Peringatan Bulan K3 Nasional, Wagub Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:25 WIB

Komisi III DPRD Melawi Desak Investigasi Perusahaan Sawit Nakal, Lahan Warga di HGU Harus Dikeluarkan

Berita Terbaru