Pemulung Temukan Satu Kotak Granat Dan Peluru

Empat orang pemulung atau pencari besi bekas di dalam Sungai Barito, menemukan dua kotak yang berisikan granat dan peluru bersilinder 12,7 mm yang diketahui sebagai peluru anti serangan udara. <p style="text-align: justify;">Kepala Satuan Polisi Perairan Polresta Banjarmasin, AKP Nazamuddin B di Banjarmasin, Senin membenarkan, bahwa pihaknya saat ini sedang menangani kasus penemuan dua kotak yang berisikan granat dan peluru anti serangan udara.<br /><br />Dua kotak berisikan granat dan peluru itu ditemukan oleh empat orang pencari besi bekas saat menyelam di dalam Sungai Barito perairan Bromo di wilayah Kota Banjarmasin, untu satu kotak pertama berisikan granat ditemukan pukul 11.00 wita dan kotak kedua berisikan peluru ditemukan pada pukul 14.00 wita.<br /><br />Selanjutnya, keempat orang pencari besi bekas spesialis penyelam bawah air itu diketahui bernama Agus (27) warga Desa Tinggiran Luar Kecamatan Tamban Kabupaten Batola Kalsel, Taufik (30) warga Kuin Utara Gang Pangeran Rt 1 Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel, Hambali (38) warga Alalak Selatan Rt 2 Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel, Marlan (29) warga Kuin Selatan Rt 10 Banjarmasin Utara Kalsel.<br /><br />"Kami membenarkan bahwa keempat pemulung pencari besi bekas dengan cara menyelam disungai Barito itu telah menemukan dua kotak kayu yang berisikan granat dan peluru dan sekarang sedang dilakukan penyidikan," ucapnya.<br /><br />Nazamuddin juga menuturkan, untuk jumlah granat dan peluru yang berada dikotak kayu yang berbeda itu diantaranya satu kotak granat berisikan 40 granat dan satu kotak lagi berisikan sekitar lebih kurang 100 biji peluru.<br /><br />Untuk selanjutnya karena ini berkaitan dengan bahan peledak maka pihak kepolisian setempat memanggil Satuan Brimob Polda Kalsel unit Gegana untuk melakukan pengecekan guna memastikan apakah granat dan peluru tersebut masih aktif atau tidak.<br /><br />Sementara itu terang Kasat Pol Air Polresta Banjarmasin, untuk memastikan 40 granat dan 100 peluru anti serangan udara itu masih aktif atau tidak masih dilakukan penyidikan oleh pihak Unit Gegana Brimob Polda Kalsel dan sekarang tinggal menunggu hasilnya.<br /><br />Tambahnya, sedangkan untuk keempat orang pemulung besi bekas didalam sungai dengan cara menyelam itu saat ini pemeriksaannya sedang ditangani oleh pihak Satuan Polisi Perairan Polresta Banjarmasin untuk dimintai keterangan seputar penemuan bahan peledak yang diduga sudah puluhan tahun didalam sungai tersebut.<br /><br />"Dua kotak itu berisikan 40 granat dan 100 butir peluru, penanganan apakah bahan peledak tersebut masih aktif atau tidak diserahkan ke pihak Unit Gegana Satuan Brimob Polda Kalsel, sedang pihak Satuan Polisi Perairan hanya melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pemulung yang menemukan pertama kali bahan peledak itu," terangnya.<br /><br />Lanjut Nazam sapaan akrab Kasat Pol Air Polresta Banjarmasin, kasus penemuan 40 granat dan 100 butir peluru itu sekarang ditangani oleh pihak Satuan Polisi Perairan Polresta Banjarmasin dan sekarang dalam tahap penyidikan, jelasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>