Penanganan Rabies Tanggung Jawab Bersama

oleh
oleh

Penyebaran kasus rabies yang terjadi di Melawi saat ini sudah semakin meluas. Terkait hal itu, pemerintah baik kabupaten serta Pemerintah Provinsi harus serius menangani persoalan itu. <p style="text-align: justify;">Baik penanganan tentang antisipasi agar anjing-anjing yang terindikasi terkena rabies itu tidak masuk ke Melawi.<br /><br />Terkait persoalan itu, Bupati Melawi, Firman Muntaco mengatakan pihaknya terus berupaya untuk melakukan penanganan secara serius terkait kasus-kasus rabies yang ada di Melawi ini. Bahkan melalui rapat-rapat khusus untuk mencari solusi. <br /><br />“Kebetulan hari ini kita kedatangan 14 anggota DPRD Provinsi Komisi V, mau lihat lansung penanganan tentang rabies. Kita juga sebelumnya sudah melakukan rapat . Penanganan ini, kita juga sudah kita minta usulkan ke Pemerintah Provinsi, bahkan kita minta penanganan dari pusat juga. Bila perlu ada dianggarkan khusus untuk penanganan kasus rabies ini,” katanya saat ditemui wartawan usai penyerahan kendaraan dinas kepada 169 kepala desa, Selasa (27/1/2015).<br /><br />Menurut Firman penanganan kasus rabie ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, namun juga menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Sebab kasus-kasus rabies ini berkaitan dengan lintas provinsi, yang mana anjing-anjing dari provinsi lain masuk ke Melawi melalui lintas batas tadi. Saya harapkan provinsi bisa lebih giat lagi. <br /><br />“Saya juga minta TNI dan Polri ikut terlibat, karena arus masuk virus ini dari provinsi lain.Jadi  bukan hanya dari Pemerintah Melawi saja yang menanganinya, ini tanggung jawab bersama dengan pemerintah provinsi bahkan pusat untuk menangani kasus rabies ini,” paparnya. <br /><br />Terkait dengan penanganan di lintas batas, Firman mengatakan cukup kesulitan. Sebab arus masuk anjing-anjing rabies irtu bukan melalui jalan yang sudah dibuka, namun melalui hutan-hutan yang memang tidak bias terdeteksi.<br /><br />Pemerintah Melawi sendiri cukup mengalami kesulitan untuk mengatasi di lintas batas, sebab persoalannya anjing-anjing ini masuk melalui jalur hutan. Baik anjing-anjing pemburu yang dibawa tuannya, maupun anjing liar dari provinsi atau kabupaten lain. <br /><br />“Kita kan merasa kesulitan, perbatasan kita dengan kalteng itukan begitu luas, dan Melawi ini juga berbatasan dengan dua kabupaten. Yang menjadi kendalanya, perbatasan itu bukan pada jalan, namun pada hutan-hutan. Anjinganjing rabies inikan masuknya lewat kawasan kawasan hutan itu. Baik dibawa oleh pemburu, atau memang anjing-anjing liar. Jika sudah masuk ke Meelawi masuk ke kampung kita, itu sudah sulit bagi lagi membedakan mana anjing rabies atau bukan,” ujarnya.<br /> <br />Penanganan yang dilakukan Pemerintah Melawi, selain memberikan vaksinansi terhadap hewan-hewan warga di seluruh kecamatan yang ada di Melawi. Yang mana awalnya sangat sulit, karena kesadaran masyarakat yang kurang, hingga masyarakat menyadari sendiri bahwa vaksinasi sangat diperlukan untuk menghindari rabies.<br /> <br />“Kita juga sudah meminta kepada seluruh jajaran, pemerintah tingkat desa dan kecamatan untuk menangani secara serius.  Bhkan kita juga sering berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Selaku pemerintah memang harus semangat dalam mengatasi persoalan ini,” pungkasnya. (Ira/kn)</p>