Penas KTNA Ke 13 Kutai Kartanegara. Transportasi Masalah Utama Bagi Peserta Penas

oleh

Penas KTNA ke 13 yang berlangsung di Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur hari ini, Kamis (23/06/2011) resmi ditutup. Acara 4 tahunan ini selanjutnya berpindah ke Provinsi Jawa Timur yang diperkirakan akan dilaksanakan sebelum atau sesudah Pilpres. <p style="text-align: justify;">Meminjam peribahasa "Tak Ada Gading Yang Tak Retak" demikianlah pula pelaksanaan Penas KTNA ke-13 di Kutai Kartanegara ini tak lepas dari segala kelebihan dan kekurangannya.<br /><br />Berbicara kelebihan, Penas KTNA tahun 2011 ini disebut-sebut sebagai Penas KTNA yang "TER"..yakni termegah dalam kegiatannya dan terbanyak dalam jumlah pesertanya dibandingkan pelaksanaan Penas sebelumnya.<br /><br />Namun berbicara kekurangan, reporter kalimantan-news, Ambrosius Murjani memiliki catatan tersendiri pada Penas KTNA ke-13 di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini.<br /><br />Menurut Ambrosius Murjani, persoalan transportasi adalah hal yang paling sulit di dapatkan oleh seluruh peserta Penas.<br /><br />"Disini sangat sulit mendapatkan angkot, bahkan dikatakan tidak ada sama sekali. Akibatnya banyak peserta Penas yang akan menuju lokasi dari penginapan menggunakan ojek dengan tarif yang lumayan tinggi," kata Murjani<br /><br />Lanjutnya, hal yang wajar terjadi jika moment skala konvensional ini sebagai ladang yang tepat untuk spekulasi harga, apalagi banyak peserta luar yang mau tidak mau harus menggunakan jasa tersebut.<br /><br />"Jadi soal transportasi ini yang menjadi masalah utama seluruh peserta," lapor Murjani.<br /><br />Kekurangan lainnya adalah, baru kali ini Kepala Negara tidak dapat hadir langsung di Penas KTNA.<br /><br />"Sepanjang saya ikut Penas, ini catatan menarik saya bahwa Penas kali ini Kepala Negara yang sangat diharapkan kehadirannya oleh para petani justeru membatalkan diri dengan alasan  ada kesibukan lain yang tak dapat ditinggalkan," jelasnya.<br /><br />Secara umum, pelaksanaan KTNA di Kutai kartanegara ini dapat dijadikan model bagi pelaksanaan Penas KTNA selanjutnya dari sisi penyelenggaraan dengan memperbaiki sedikit sisi kekurangannya. <strong>(*)</strong></p>