Penas KTNA Ke XIII Kutai Kartanegara. Jawa Timur Siap Laksanakan Penas KTNA ke 14

oleh

Jawa Timur akhirnya ditetapkan sebagai provinsi penyelenggara Penas KTNA ke 14. Dipilihnya Jawa Timur sebagai tuan rumah selanjutnya dianggap sebagian besar peserta Penas KTNA ke 13 sudah sangat tepat. Provinsi yang banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional ini memiliki berbagai keunggulan dibanding dengan kandidat lainnya. <p style="text-align: justify;">Seperti apa keunggulan Jawa Timur tersebut, sehingga dapat terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan Penas KTNA ke 14, berikut wawancara khusus kalimantan-news dengan Ketua KTNA Provinsi Jawa Timur Drs. H. Suyanto, MMA yang juga adalah Bupati Kabupaten Jombang,  Jawa Timur.<br /><br /><em><strong>Kalnews : Provinsi Jawa Timur akhirnya terpilih menjadi tuan rumah Penas KTNA ke 14. Pendapat anda?</strong></em><br /><br />Suyanto : Yang jelas kami sangat gembira dengan terpilihnya Jawa Timur untuk kegiatan Penas KTNA Ke 14. Namun secara pribadi, saya juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada teman-teman KTNA yang telah mendukung serta memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi tuan rumah. Selaku tuan rumah Penas kedepan, tentunya kami akan banyak belajar dari pelaksanaan Penas KTNA ke 13 di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini, sehingga pada gilirannya nanti akan terjadi peningkatan kualitas pelaksanaannya.<br /><br /><strong>Kalnews : Selain mengadakan lobi-lobi dengan daerah lainnya, dan pada saat melakukan presentasi sebagai kandidat tuan rumah, kira-kira apa saja yang menjadi unggulan Jawa Timur jika dibandingkan kandidat lainnya?<br /></strong><br />Suyanto : O ya, pada dasarnya semua kandidat memiliki unggulan daerahnya masing-masing untuk menjadi tuan rumah. Semua bagus kok, hanya saja kita percaya bahwa Jawa Timur tetap memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya dari beberapa aspek penting. Itu saja, tapi yang jelas kandidat daerah lainnya punya nilai plus.<br /><br /><em><strong>Kalnews : Apa saja itu Pak, bisa di uraikan?</strong></em><br /><br />Suyanto : Wah panjang, tapi itu perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia khususnya KTNA agar jangan ada pandangan terpilihnya Jawa Timur itu bukan hanya persoalan lobi ataupun pendekatan. Jadi begini…Jawa Timur ini adalah provinsi yang sangat luar biasa yang aspek pembangunannya berbasis pada agrobisnis. Jawa Timur ini memiliki kontribusi untuk ketahanan pangan nasional itu 30 persen.<br /><br /><em><strong>Kalnews : 30 persen nasional ya pak!<br /></strong></em><br />Suyanto : Ya…30 persen kontribusinya secara nasional. Selain itu di bidang peternakan, Jawa Timur ini adalah lumbung ternak dimana populasi ternaknya secara nasional juga 30 persen itu berada di Jawa Timur. Secara nasional juga, khusus untuk produk buah-buahan kita memiliki kontribusi yang tak kalah besarnya. Dan kami juga adalah daerah yang memiliki tingkat pembangunan agrobisnis yang cukup maju yang ditunjang dengan infrastruktur berupa pasar induk untuk berbagai produk pertanian. Namanya Puspa Agro yang berdiri dilahan seluar 50 hektar dan merupakan pasar induk terbesar yang ada di Indonesia. <br /><br /><em><strong>Kalnews : Luar biasa juga ya pak Jawa Timur. Jadi tepatlah dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki kelebihan dibanding lainnya.</strong></em><br /><br />Suyanto: (tertawa)…Alhamdullillah, tapi bukan itu saja. Perlu anda ketahui kalau Jawa Timur juga memiliki kontribusi produksi gula nasional itu 48 persen. Selain itu Jawa Timur juga memiliki kontribusi nasional produk telur sebasar 28 persen. Dibidang perikanan baik itu perikanan darat (tambak-tambak) ataupun tangkapan dapat dijadikan contoh bagi petani di Indonesia. Untuk pemasaran produk perikanan kita memiliki sendiri pasar lelang ikan serta pelabuhan serta model-model pemberdayaan bagi para nelayan. Dengan kondisi ini, artinya kami menawarkan pelaksanaan Penas KTNA ke 14 di Jawa Timur ini nantinya, para peserta akan ditempatkan sesuai dengan profesinya masing-masing. Sehingga ketika mereka pulang kedaerah masing-masing maka akan mendapatkan ilmu yang dapat mereka kembangkan.<br /><br /><em><strong>Kalnews : Pak Suyanto, menurut pandangan anda selaku ketua KTNA Provinsi Jawa Timur, apa sih yang menjadi kelemahan pembangunan pertanian di Indonesia hingga saat ini, padahal kalau kita bicara prospek dan sumber daya alam ini sangat luar biasa.</strong></em><br /><br />Suyanto : Ya itu benar. Jadi kalau bicara soal kelemahan kita akan juga bicara masalah kegagalan. Gambarannya seperti ini, kita harus akui bahwa peranan sektor pertanian dalam pembangunan bangsa  sangat penting, karena sebagian besar masyarakat Indonesia menggantungkan hidup pada sektor pertanian khususnya di pedesaan.  Melalui pembangunan pertanian inilah kita berharap para petani yang ada dipedesaan dapat lebih meningkatkan kesejahteraannya dari produk yang dihasilkan, serta dapat memberdayakan diri dalam proses dan dinamika pembangunan. Akan tetapi pada kenyataannya, pembangunan pertanian di Indonesia saat ini belum menampakan hasil ataupun kemajuan yang berarti. Buktinya kita masih jauh dari harapan untuk dapat berswasembada pangan guna menunjang katahanan pangan nasional. Nah salah satu kelemahan dari pembangunan pertanian di Indonesia saat ini adalah kelembagaan dan jaringan. Sementara kalau saya menilai, penyebab kegagalannya adalah belum adanya akurasi data, sistem perencanaan pembangunan yang terjebak dalam kepentingan jangka pendek, serta terbatasnya ketersediaan tenaga lapangan yang handal untuk mendampingi petani. Harus diakui, dibanyak daerah justeru petanilah yang berinovasi serta berimprovisasi sendiri tanpa pendampingan.  Nah persoalan inilah yang pada presentasi tadi kita tawarkan kepada para peserta Penas. Seperti yang telah saya sampaikan tadi Jawa Timur memiliki banyak kelebihan dalam hal produk pertanian, peternakan, perikanan bahkan infrastruktur untuk pemasaran produknya. Jadi tepatlah Jawa Timur sebagai tuan rumah Penas KTNA ke 14 mendatang.<br /><br /><em><strong>Kalnews : Artinya peranan PPL sebagai pendamping belum dapat dirasakan oleh sebagian besar petani di Indonesia ya Pak!</strong></em><br /><br />Suyanto : Bisa ya bisa tidak, karena setiap daerah tentunya punya masalahnya sendiri. Pemerintah dari Pusat hingga Daerah terlepas dengan berbagai plus-minusnya anggaran saya pikir punya jalan tersendiri untuk mengatasinya, apalagi itu menyangkut program ketahanan pangan melalui tercapainya swasembada pangan.<br /><br /><em><strong>Kalnews : Baik Pak, kembali ke soal terpilihnya Jawa Timur sebagai tuan rumah Penas KTNA ke 14, kira-kira anda sudah punya gambaran daerah mana yang menjadi pusat pelaksanaannya nanti, meskipun itu nanti diputuskan dalam rembug madya.</strong></em><br /><br />Suyanto : Memang sudah, dan kita rencanakan letaknya nanti ditengah-tengah provinsi Jawa Timur!<br /><br /><em><strong>Kalnews : Jelasnya seperti apa Pak!</strong></em><br /><br />Suyanto : Posisinya tidak disatu kabupaten, tapi  beberapa kabupaten seperti Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek. Kita sudah survey dan  itu cocok untuk tempat pelaksanaan Penas nantinya.<br /><br /><em><strong>Kalnews : Jadi disesuaikan dengan sentra produknya ya Pak!</strong></em><br /><br />Suyanto : Iya..kita sesuaikan seperti itu. Harus dekat dengan sentranya. Selain itu akses antar kabupaten satu dengan lainnya tidak memakan waktu tempuh yang panjang.<br /><br /><em><strong>Kalnews : Pak Suyanto, kira-kira gambaran apa yang dapat diambil dari pelaksanaan Penas KTNA ke 13 di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur ini, yang nantinya mungkin bisa di implementasikan pada pelaksanaan di Jawa Timur kedepannya?<br /></strong></em><br />Suyanto : Tentu banyak yang akan kita pelajari dari pelaksanaan Penas KTNA ke 13 di Kutai Kartanegara ini. Soal ko-ordinasi atau pola manajemen serta lainnya. Pokoknya kami akan banyak belajar <br /><br /><em><strong>Kalnews : Bagaimana tanggapan anda sendiri dengan pelaksanaan Penas KTNA ke 13 ini!</strong></em><br /><br />Suyanto : Yang jelas setiap event apapun bentuknya pastilah disertai dengan kelebihan dan kelemahan dalam pelaksanaannya. Itu sudah lumrah terjadi. Tapi yang saya lihat di sini, pelaksanaannya sudah sangat luar biasa dibandingkan dengan yang lalu-lalu. Saya sangat memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh panitia pelaksananya. Mudah-mudahan saat pelaksanaan di Jawa Timur akan lebih luar biasa lagi.(*)<br /><br />******<br /><br />Sebagai gambaran, secara umum wilayah JawaTimur terbagi atas daratan dan kepulauan dengan luas47.154,70km2 dan luaslautnya,±110.000km2, terdiri dari 29 Kabupaten dan 9Kota,657 Kecamatan, 419 Kelurahan dan 8.065Desa. Propinsi Jawa Timur berpenduduk ±38juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,07%pertahun. <br /><br />Jawa Timur dengan 38Kabupaten/Kota merupakan lokasi strategis untuk budidaya tanaman padi,Jagung dan mempunyai potensi prospektif untuk dikembangkan sebagai daerah sentra produksi padi. Selain mempunyai lahan pertanian yang luas, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Komoditas pertanian tanaman pangan khususnya padi sebesar 10.511.903,53 ton pertahun yang tersebar diseluruh JawaTimur. <br /><br />Sementara komoditas pertanian tanaman pangan khususnya Jagung sebesar 57.322.095,2 ton pertahun tersebar diseluruh JawaTimur. Produksi Ubi Kayu 2.706.870,75 Ton/Th Tersebar di Jawa Timur dengan memiliki lokasi yang strategis untuk pengembangan komoditas ubi kayu yang berlokasi di Kabupaten Bondowoso, Lumajang, Malang, Blitar, Gresik, Tuban, Nganjuk, Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Jombang, Ponorogo, Pacitan, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kota Malang. <em><strong>(sumber: http://bpm.jatimprov.go.id)</strong></em></p>