Penas KTNA Ke XIII Kutai Kartanegara. Panitia Batasi Jumlah Peserta Ikuti Pembukaan Penas KTNA

oleh

Pagi ini, Sabtu (18/06/2011) Penas KTNA ke XIII di Kutai Kartanegara dibuka resmi oleh Wakil Presiden Boediono dan berlangsung di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. <p style="text-align: justify;">Puluhan ribu peserta, dipastikan memadati stadion Aji Imbut yang pada Maret 2011 diresmikan namanya oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.<br /><br />Laporan reporter kalimantan-news, Ambrosius Murjani menjelaskan untuk acara pembukaan yang dipusatkan di Stadion Aji Imbut, tidak semua anggota kontingen dapat masuk ke stadion. Panitia, lanjut Murjani telah menetapkan jumlah anggota kontingen dari setiap provinsi yang dapat mengikuti pembukaan di dalam stadion.<br /><br />“Panitia memang ketat untuk menentukan jumlah anggota kontingen yang dapat masuk stadion,” lapor Murjani.<br /><br />Dari informasi yang didapat, penyebabbya adalah daya tampung dari stadion Aji Imbut itu sendiri yang hanya berkapasitas 23.400 kursi,  tak sebanding dengan jumlah peserta yang mencapai 30 ribu orang. Dilaporkan juga, untuk kontingen Kalimantan Barat yang jumlahnya 479 orang, tidak semuanya terakomodir untuk masuk stadion.</p> <p style="text-align: justify;"><br /><img src="../../data/foto/imagebank/20110617144619_73AE0F8.jpg" alt="" width="638" height="363" /></p> <p style="text-align: justify;">“Untuk kontingen Kalimantan Barat, dari total 479 orang, panitia menetapkan 320 orang saja yang dapat masuk stadion untuk mengikuti acara pembukaan,” lapor Murjani.<br /><br />Sementara untuk pengamanan, Murjani menjelaskan informasi yang dirinya terima kemarin Jumat (17/06/2011) dari Komandan Korem 091/Ajie Suryanata Kusuma (ASN), Letkol Inf Aries Martanto ,untuk kelancaran acara pembukaan Penas KTNA ke XIII ini telah dilakukan pengamanan maksimal.<br /><br />“Menurut Komandan Korem, beberapa hari menjelang hari-H di  Stadion Aji Imbut dan lokasi demplot pengamanannya terus ditingkatkan. Semua pihak-pihak yang berkepentingan dan terkait pelaksanaan Penas diwajibkan menggunakan tanda pengenal khusus dari Panitia selama kegiatan hingga penutupan nanti. Contohnya saja ketika saya ingin melihat ke dalam stadion harus lapor Kodim Tenggarong karena lokasinya sudah seteril,” kata Murjani.<br /><br />Disampaikan pula, sedangkan untuk pengamanan kedatangan kepala negara akan ditangani Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) yang di bawah komando (BKO) TNI dan Polri. <br /><br />“Danrem menyarankan ketika kepala negara ke demplot ,jangan sampai peserta keluar gedung yang akhirnya menutup jalan padahal waktu sangat terbatas hanya sekitar satu jam,” kata Murjani mengakhiri laporannya. <strong>(*)</strong></p>