Home / Tak Berkategori

Penas KTNA Ke XIII Kutai Kartanegara. Petani Dari Perbatasan Akan Serahkan Rekomendasi Kepada SBY

- Jurnalis

Jumat, 17 Juni 2011 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Penas KTNA Ke XIII yang berasal dari wilayah perbatasan dengan negara tetangga menyatakan akan meminta kepada Presiden SBY untuk membuat aturan atau kebijakan khusus bagi infrastruktur penunjang pertanian di perbatasan. <p style="text-align: justify;">Laporan reporter kalimantan-news, Ambrosius Murjani menjelaskan, keinginan tersebut disampaikan oleh peserta dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTT dan Papua diacara rembug utama, Kamis (16/06/2011) kemarin.<br /><br />Menurut Murjani, dalam penyampaian peserta KTNA yang wilayahnya berbatasan darat dengan negara tetangga juga meminta agar wilayah perbatasan yang sering disebut sebagai beranda terdepan tidak dianggap sepert “dapur”.<br /><br />“Mereka menginginkan beranda terdepan itu tidak seperti dapur. Kalau disebut beranda artinya halaman depan. Nah yang mereka harapkan jangan sampai beranda tersebut hancur,” lapor Murjani.<br /><br />Ditambahkan, mereka mengakui sudah banyak kebijakan yang digelontorkan oleh pusat terkait dengan perbatasan, namun realitasnya kebijakan tersebut tidak menyentuh wilayah dan masyarakat diperbatasan.<br /><br />“Banyak kebijakan pemerintah pusat soal perbatasan tetapi tidak memperhatikan kondisi lapangan daerah di perbatasan,” kata Murjani.<br /><br />Untuk itulah, lanjutnya, dalam penyusunan kebijakan yang terkait dengan perbatasan pemerintah pusat harus juga melibatkan juga masyarakat petani yang tergabung dalam KTNA dimasing-masing kabupaten yang wilayahnya bersentuhan langsung dengan perbatasan negara.<br /><br />Daerah perbatasan, lapor Murjani juga meminta regulasi tentang tata kelola hutan yang baru dikeluarkan Pemerintah yang dinilai semakin mempersulit petani-petani didaerah perbatasan. Selain itu para petani dari perbatasan juga mempertanyakan masalah konversi lahan dari pertanian menjadi perkebunan.<br /><br />“Nah yang lebih menyakitkan, menurut mereka adalah kawasan perkebunan investornya banyak berasal dari Malaysia. Mereka menilai itu sama halnya menjual tanah negeri sendiri ke negara lain. Pertanyaan mereka adalah mengapa bukan investasi dalam negeri yang mengelolahnya,” ujar Murjani.<br /><br />Para petani diwilayah perbatasan ini juga mempertanyakan soal tata niaga pupuk, dimana para petani sangat kesulitan untuk mendapatkannya.<br /><br />“Yang harganya mahal saja sulit didapatkan, apalagi yang bersubsidi. Yang mengherankan bagi mereka justeru pupuk bersubsidi banyak ditemukan di perkebunan sawit,” kata Murjani dalam laporannya.  <br /><br />Usulan-usalan tersebut itulah nantinya akan dihimpun dalam satu proposal resmi untuk diserahkan langsung kepada Presiden melalui Ketua Umum KTNA Nasional.<strong> (*)</strong></p>

Berita Terkait

Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 
Isra Mi’raj di Polres Melawi: Kapolres Ingatkan Personel Jangan Hanya Tahu Tugas, Tapi Juga Moral
Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas
Kapolres Melawi Panen Madu Kelulut di “Ratu Madu Borneo”, Siap Bantu Pemasaran
Peringatan Isra Mi’raj di Kuala Belian Berlangsung Khidmat
Dinas PUPR Barito Utara Umumkan Proyek Pembangunan
100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Barito Utara

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:35 WIB

Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:55 WIB

Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Senin, 19 Januari 2026 - 21:18 WIB

Isra Mi’raj di Polres Melawi: Kapolres Ingatkan Personel Jangan Hanya Tahu Tugas, Tapi Juga Moral

Senin, 19 Januari 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas

Senin, 19 Januari 2026 - 20:55 WIB

Kapolres Melawi Panen Madu Kelulut di “Ratu Madu Borneo”, Siap Bantu Pemasaran

Berita Terbaru