Hari ini, Kamis (16/06/2011) Bupati Sintang Drs.Milton Crosby, M.Si memenuhi undangan khusus untuk melakukan talkshow di RRI Samarinda. <p style="text-align: justify;">Menurut Kasubbag Peliputan dan Pemberitaan Inkom Pemkab Sintang yang menyertai rombongan Bupati Sintang ke Kalimantan Timur, Tumbur jadwal kegiatan di RRI Samarinda akan berlangsung pada pukul 10.00 wita (09.00 wib). RRI Samarinda, lanjut Tumbur melihat apa yang disampaikan Bupati Sintang pada paparannya di Rembug Utama Rabu (15/06/2011) sangat menarik untuk dikembangkan khususnya di Pulau Kalimantan.<br /><br />“Kalau kita lihat pemaparan beliau kemarin pada forum rembug utama, Pak Milton sudah menjadi pioner pada Penas ini. Kabupaten Sintang khususnya sudah menjadi model bagi daerah lain dalam pembangunan, terutama pembangunan perekonomian masyarakat melalui Program Gerbang Emas dan Jakarta Selatan,” ungkap Tumbur.<br /><br />Bahkan, lanjut Tumbur usai pemaparan yang disampaikan Bupati Sintang, Gubernur Kalimantan Timur Bapak Awang Faroek Ishak menyempatkan untuk berbicara secara khusus dengan Bupati diruang VIP.<br /><br />“Bahkan RRI Samarinda yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Sintang, akan menyebar luaskan model pembangunan perekonomian rakyat ini sebagai hal yang cocok untuk dikembangkan di Pulau Kalimantan,” jelasnya.<br /><br />Sementara itu Bupati Drs.Milton Crosby, M.Si yang dihubungi kalimantan-news ketika dalam perjalanan menuju RRI Samarinda mengungkapkan kegembiraannya dengan undangan dari RRI Samarinda ini.Lugas dan familiar itulah yang tergambar saat talkshow berlangsung.<br /><br />“Ini membuktikan jika program yang saya gulirkan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Sintang, telah bergema hingga keluar wilayah kita. Saya pikir ini saatnya untuk kita buktikan bahwa program tersebut memang pro-rakyat,” kata Milton.<br /><br />Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada RRI Samarinda yang akan menyebarluaskan model pembangunan ekonomi rakyat yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Sintang. <br /><br />Dialog interaktif dengan Bupati Sintang di Studio Programma 1 RRI Samarinda pada pukul 10.00 wita (pukul 09.00 wib) berlangsung menarik. Dialog khusus diacara Halo Kaltim tersebut di pandu oleh Hendro selaku host.<br /><br />Bupati Sintang Drs.Milton Crosby, M.Si yang hadir didampingi kepala BP4KKP Ir.Florentinus Anom serta rombongan lainnya, saat dialog selama 1 jam tersebut mendapatkan respon yang luar biasa dari audiance di kota Samarinda bahkan juga beberapa kabupaten di Kalimantan Timur yang menangkap siaran RRI Samarinda, seperti Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan juga Kutai Barat.<br /><br />Dalam talkshow tersebut, Bupati Sintang terlebih dahulu menjelaskan mengenai program Gerbang Emas dan Jakarta Selatan yang telah digulirkannya selama 5 tahun atau periode pertama kepemimpinannya.<br /><br />Ketika host mulai memberikan kesempatan untuk audiance bertanya, beberapa penanya yang masing-masing diberi kesempatan 2 penanya menyapa dan bertanya kepada Bupati Sintang terkait dengan program ekonomi yang pro rakyat.<br /><br />Kalimantan-news mencatat tak kurang ada 8 penanya yang berhasil online dengan Bupati Sintang, meskipun sebenarnya banyak penanya yang masuk, hanya saja waktu yang tak mengijinkan.<br /><br />Kepada kalimantan-news yang menghubunginya, Bupati Sintang Drs.Milton Crosby, M.Si yang tengah dalam perjalanan menuju Hotel tempatnya menginap menyatakan puas dengan talkshow yang berlangsung pagi itu.<br /><br />“Saya merasa senang bisa berbicara di RRI Samarinda ini. Dan satu yang membuat saya gembira karena ada penanya yang meminta kepada seluruh pejabat yang ada di Kalimantan Timur umumnya mau membuka diri kepada masyarakat melalui dialog seperti yang dilakukan hari ini. Ternyata pejabat disana jarang melakukan hal seperti itu. Kita di Sintang justru sering berdialog melalui acara Halo Bupati di RRI Sintang,” ungkap Milton.<br /><br />Dengan demikian, lanjut Milton kita yang ada di Sintang ini telah membuka suatu paradigma baru bagi masyarakata lainnya di Pulau Kalimantan, dimana antara Pemerintah dan Masyarakat harus dapat sinkron dalam berkomunikasi melalui peranan media langsung seperti Radio.<br /><br />“Dalam dialog tadi mereka kaget dan menilai saya sangat familiar dengan masyarakat tanpa harus menjaga jarak. Berkomunkasi tak harus turun langsung kelapangan setiap saat, akan tetapi dapat dilakukan dengan media langsung seperti Radio. Dan itu yang juga saya tawarkan disini,” ungkapnya.<br /><br />Salah seorang penanya bernama Sari dari Samarinda saat online dengan Bupati, sangat memuji dengan program yang disampaikan Bupati Sintang dalam memberikan motivasi kepada para petani. Bahkan Sari langsung menjuluki Bupati Sintang sebagai motivator. Terkait hal tersebut, Bupati menyatakan siap untuk itu.<br /><br />“Kalau saya siap, dan itulah yang saat ini saya lakukan. Karena memang dari seluruh program yang saya sampaikan di rembug utama, saya menyebutkan kalau untuk taktik dan teknis pertanian, petani di Sintang sangat unggul dan luar biasa. Hanya saja yang tidak dimiliki adalah motivator atau energi sosial bagi para petani. Dengan adanya motivasi, tentunya para petani akan merasa dihargai dan diperhatikan sehingga menimbulkan semangat kerja yang tinggi. Program sehebat apapun jika tidak dilandasi dengan motivasi ke bawah akan sia-sia. Jika ada yang menggelari saya sebagai Bupati Motivator, tentulah sebutan itu bukan tanpa alasan,” tuturnya <br /><br />Terkait pertanyaan mengenai tanaman karet, dimana tanaman tersebut di Kalimantan Timur ini belum menjadi primadona seperti di Sintang, Bupati Sintang mengakui hal tersebut.<br /><br />“Selain kurang familiar, tanaman karet juga adalah tanaman yang terpinggirkan untuk dikelola oleh masyarakat di sini. Padahal sebagian besar wilayah di sini sangat subur dan cocok dengan tanaman tersebut,” kata Bupati.<br /><br />Selain itu, dirinya melihat para petani karet di Kalimantan Timur ini termakan oleh para spekulan karet (tengkulak) sehingga hasil jual karet tidak dapat meningkatkan rasa sejahtera bagi para petaninya. Akibat dari itu pula, banyak masyarakat dibeberapa kabupaten di kalimantan Timur ini lebih banyak terjun ke pertambangan.<br /><br />“Saya tawarkan kepada mereka untuk melihat sendiri secara langsung bagaimana keadaan para petani karet dikabupaten Sintang. Saya siap menerima mereka baik itu pejabat ataupun kelompok taninya untuk melihat langsung kehidupan para petani karet kita,” ujar Milton.<br /><br />Pada kesempatan dialog tersebut, Bupati juga menyampaikan bagaimana sinergisnya para petani dengan Credit Union dalam hal permodalan. Sebelum mengakhiri dialognya, pembawa acara Hendro menanyakan apakah dalam forum Bupati (APEKSI) sering disampaikan persoalan mengenai pembangunan ekonomi kerakyatan yang tujuannya untuk peningkatan dan kesejahteraan petani. Terkait pertanyaan tersebut, Bupati Sintang mengakui hal itu tidak pernah menjadi perhatian.<br /><br />“Sampai dengan saat ini, hal-hal tersebut sangat kurang mendapatkan perhatian. Justru yang dibahas seputar masalah kebijakan di era otonomi. Saya tidak mau peduli dengan itu, dan saya akan memulainya dari rumah saya yakni Kabupaten Sintang dan saya ingin Sintang menjadi pioner untuk itu. Paling tidak itu untuk masyarakat Sintang, tapi tidak menutup pintu bagi daerah lain yang ingin mempelajarinya. Dan Saya punya motto untuk petani di Sintang yakni berlarilah anda lebih kencang, berproseslah lebih cepat, kita wujudkan petani yang lebih sejahtera,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>














