Penas Momentum Tingkatkan Pertanian Daerah

oleh

Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XIII yang dipusatkan di Dese Perjiawa, Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim, merupakan momentum yang tepat untuk membangkitkan pertanian dalam arti luas. <p style="text-align: justify;">"Saya terharu karena di kabupaten ini dipercaya menjadi tuan rumah Penas Petani dan Nelayan, sekitar 30 ribu orang dari seluruh Indonesia datang ke Desa Perjiwa yang menjadi pusat pergelaran akbar ini," ucap anggota DPRD Kukar) Heri Prasetyo Nugroho di Tenggarong, Kamis.<br /><br />Heri melanjutkan, dengan dijadikannya Kukar sebagai tuan rumah Penas, hendaknya bisa menjadi momentum tepat untuk membangkitkan semangat dalam meningkatkan produksi dan kualitas pertanian dalam arti luas.<br /><br />Pertanian, lanjut dia, merupakan komoditi yang pertumbuhannya harus didorong terus menerus dari tahun ke tahun, baik didorong mulai dari pelaku pertanian, kebijakan pemerintah, hingga pada teknologi yang digunakan.<br /><br />"Jangan sampai lahan pertanian dan perkebunan justru semakin terkikis karena tergerus sektor pertambangan, apalagi di Kukar sudah ada bukti sektor pertanian mulai berkurang karena masuknya tambang batu bara,"ujarnya.<br /><br />Heri melanjutkan, sektor pertanian banyak menyerap tenaga kerja (padat karya), sedangkan pertambangan hanya sedikit membutuhkan tenaga kerja (padat modal), sehingga pertanian dalam arti luas merupakan sektor yang harus mendapat dukungan banyak pihak.<br /><br />Dalam Penas yang digelar selama satu minggu mulai 18 hingga 23 Juni ini lanjut dia, juga merupakan upaya untuk memberdayakan ekonomi kemasyarakatan, terutama bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah sehingga perekonomian mereka bisa meningkat.<br /><br />Namun untuk jangka panjang, dia berharap agar para pelaku usaha kecil bisa mengembangkan produk mereka hingga ke berbagai daerah, untuk itu dalam Penas ini mereka harus saling bertukar informasi tentang penjualan produk.<br /><br />Para pengusaha kecil ini diharapkan menjual berbagai produk khas daerah selama Penas berlangsung, karena lebih dari 30 ribu peserta dari semua provinsi di Indonesia diperkirakan akan menghabiskan uang minimal Rp90 miliar.<br /><br />"Saya juga berharap kepada para petani dan nelayan Kukar agar menyerap berbagai ilmu pengerahuan dari daerah lain di Indonesia yang telah lebih dulu maju, sehingga ke depan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Kukar bisa semakin maju," ujar Heri. <strong>(das/ant)</strong></p>