Pencari Kerja Di Barut 1.331 Orang

oleh

Para pencari kerja yang terdaftar di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah hingga Agustus 2012 mencapai 1.331 orang. <p style="text-align: justify;">"Jumlah pencari kerja ini setiap tahun terus meningkat, dan belum dibarengi dengan keahlian, keterampilan yang diharapkan," kata Wakil Bupati Barito Utara (Barut), Oemar Zaki Hebanoeddin di Muara Teweh, Selasa.<br /><br />Untuk itu diminta Kepala Dinas atau lembaga terkait menangani atau mengelola kegiatan pelatinan keterampilan tenaga kerja guna meningkatkan aktivitasnya agar para pencari kerja yang terdaftar bisa terserap pada dunia usaha yang ada, katanya.<br /><br />Mulai 2012, pihaknya melalui dinas terkait telah menggunakan bursa kerja Online, yaitu bursa kerja yang memanfaatkan teknologi informasi dalam memfasilitasi antara pencari kerja dengan pemberi kerja/pengguna tenaga kerja dengan pemberi kerja.<br /><br />Hal ini tujuannya untuk menyediakan standar optimal bagi Provinsi, Kabupaten/Kota dalam menyediakan pelayanan penempatan tenaga kerja secara online yang terdiri atas pelayanan kepada pencari kerja dan pengguna kerja.<br /><br />"Kami harus fungsikan para pencari kerja melamar membawa dokumen atau datang ke Pemerintah Daerah minta rekomendasi atau surat sakti. Kalau mereka punya kualitas baik bisa melalui Online, dan tolong diinformasikan agar semua mengetahui jalurnya," katanya.<br /><br />Wakil Bupati Barito Utara itu menjelaskan, di bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja masih kekurangan tenaga teknis, baik tenaga pegawai pengawas maupun mediator.<br /><br />Oleh karena itu perlu penambahan pegawai untuk dilatih untuk menjadi tenaga agar mengimbangi pertumbuhan perusahaan dan permasalahannya serta kasus-kasus hubungan industrial di daerah ini.<br /><br />Untuk itu perlu dilakukan koordinasikan dengan instansi terkait mengenai kebutuhan dinas teknis yang kekurangan personel pegawai negeri sipil (PNS) tersebut.<br /><br />"Perlu kita ketahui rekrutmen PNS tahun ini, tidak termasuk daerah yang mendapatkan jatah, hanya beberapa Kabupaten di Indonesia dan salah satunya adalah Provinsi. Itupun tidak banyak dan penerimaannyapun sangat ketat," jelas dia.<br /><br />Kalau dulu dalam penerimaan pegawai menganut penerimaan pegawai yang pensiun 500 orang yang dicari 500 orang, namun sekarang tidak lagi seperti itu, kata Wakil Bupati Oemar Zaki.<br /><br />Dia mengatakan, sekarang sistemnya menganut minus group, pensiun 500 yang dicari 250 orang. Pemerintah akan mencari tenaga ahli yang khusus sesuai dengan bidang dan kondisi daerah Negara ini.<br /><br />"Salah satu contoh, untuk pengawas gunung merapi atau pengawas pantai, mercusuar dan tenaga ahli serta sipir penjara. Inilah tenaga yang dicari sekarang, sedangkan tantangan sarjana ekonomi dan sarjana hukum sangat berat karena sudah padat," katanya.<br /><br />Tantang dan peluang Dia mengatakan, pada 2013 mungkin tantangan rekrutmen pegawai tetapi ada peluang bagi setiap daerah di Indonesia, patokan dasar bagi daerah Provinsi maupun Kabupaten itu membuat analisis jabatan setelah analisis jabatan baru analisis beban kerja.<br /><br />Kalau tidak ada analisis jabatan analisis bekerja dan yang terakhir adalah peta jabatan, justru tidak ada hal itu. Ini tidak akan digubris oleh kementerian PAN dan Repormasi Birokrasi, sehingga menjadi pemikiran di masa mendatang.<br /><br />Oemar Zaki yang mengaku sering jalan-jalan dan melihat-lihat kantor itu mengatakan, kalau dilihat perkembangannya, masih banyak pegawai yang kurang disiplin. Dari apel pagi hingga apel siang tidak pernah hadir, apapun alasannya itu kurang baik.<br /><br />"Saudara-saudara tidak perlu takut dengan pimpinan, tapi takut aturan. Saya bukan menghasut, tapi pimpinan harus menjadi panutan kalau diperintah harus taat. Aturannya, kalau tidak kerja sekian hari akan dievaluasi, dan inilah yang menjadi harapan kita pada penerimaan pegawai ke depan," kata dia. <strong>(phs/Ant)</strong></p>