Pencemaran Sungai Ancam Keramba Ikan

oleh
oleh

Tambak ikan banyak ditemui di Dusun Penanjung, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir. Semua keramba ikan itu merupakan binaan Pemkab Sekadau. Mayoritas ikan mas memenuhi tambak. Anisa, 30, salah satu pemilik tambak di Dusun Penanjung. <p style="text-align: justify;">Ia secara rutin memberi makan ikan empat kali sehari. Makanan yang dimaksud selain pelet, juga nasi dan ubi. Ikan mas warna kuning dan hitam dijual Anisa Rp 30 ribu per kilogram. <br />“Keramba, bibit ikan, dan pakan merupakan bantuan dari pemerintah,” sebutnya, Kamis (18/8) siang.<br /><br />Anisa mengakui hasil membudi daya tidak cukup untuk memenuhi keperluan keluarga. Karena itu, ia terus menekuni bertani karet. <br /><br />“Pagi hari saya tetap menoreh (sadap) karet,” papar dia.<br /><br />Lebih jauh, Anisa menceritakan kalau pihaknya menghadapi beberapa permasalahan, di antaranya pencemaran sungai dan pemasaran. Ia pernah kecewa dengan kematian ikan akibat air tercemar. <br /><br />“Air dari hulu banyak terkena pestisida dari kebun sawit,” tandasnya.<br /><br />Senada, rekan Anisa, Matnur, 48, menuturkan seribu ekor ikan lebih habis karena air tercemar. Bahkan, ratusan bibit ikan mengalami perlambatan pertumbuhan. <br /><br />“Saya rugi besar,” ujar dia.<br /><br />Sementara itu, beberapa petambak ikan berharap agar pemerintah menjual bibit ikan lebih murah dan memperlancar pemasaran ikan. <strong>(phs)</strong></p>