Pendaftar CPNS Diminta Tidak Percaya Calo

oleh

Warga yang ingin mendaftar pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) diminta tidak percaya terhadap orang yang mengaku bisa meluluskan atau calo, kata Kepala Bagian Pengembangan Badan Kepegawain Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Haeruddin. <p style="text-align: justify;">"Karena, kelulusan akan ditentukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama tim dari pusat yang telah dibentuk," ungkap Haeruddin, Selasa (10/9).<br /><br />Pengumuman penerimaan CPNS juga lanjut dia, bukan hanya ditempel di BKD, namun juga melalui media massa.<br /><br />"Sistem penerimaan CPNS tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti nomor tes para pelamar nantinya, akan diverifikasi melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan BKN Pusat. Bukan itu saja, format nomor tes juga sudah ditentukan pusat sehingga menutup peluang terjadinya praktek percaloan," kata Haeruddin.<br /><br />Selain itu lanjut Haeruddin, dalam penerimaan CPNS tahun ini juga akan mendapat pengawasan dari sejumlah lembaga negara.<br /><br />Tidak hanya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan BKD tetapi juga akan diawasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menjadi tim pengarah.<br /><br />"Bahkan, tim pengawas juga berasal dari Polri, Badan Intelejen Negara (BIN) serta konsersium LSM," ujar Haeruddin.<br /><br />Sementara, untuk penentuan kelulusan CPNS kata Haeruddin, tidak lagi diserahkan kepada masing-masing daerah, namun ditentukan pusat termasuk oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.<br /><br />"Sistem pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Jadi, ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam penilaian dan penentuan kelulusan sehingga proses penerimaan CPNS tahun ini betul-betul ketat dan penentuan kelulusan bukan lagi di daerah tapi pusat," ungkap Haeruddin.<br /><br />Bahkan Haeruddin mengatakan, dari hasil pertemuan terkait mekanisme penerimaan CPNS itu, daerah hanya diberikan kesempatan untuk menyelenggarakan tes penerimaan CPNS namun penentuan kelulusannya dilakukan transparan karena diumumkan melalui portal Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga siapa saja bisa mengakses peserta yang lulus.<br /><br />"Jadi, kami di daerah hanya menyiapkan tempat tes. Untuk soal ujian sampai penentuan semuanya ditentukan pusat. Jadi ibaratnya, daerah hanya numpang tes saja," kata Haeruddin.<br /><br />Ketatnya penentuan kelulusan ini tambah Haeruddin, maka para peserta CPNS dihimbau untuk tidak mempercayai sesorang atau calo yang mengaku sanggup melulusan menjadi CPNS.<br /><br />Apalagi lanjut dia jika calo tersebut, meminta sejumlah uang sebagai imbalan bisa melulusan dalam penerimaan CPNS tersebut.<br /><br />"Kami khawatir dalam penerimaan ini banyak nanti calo-calo yang muncul dan mengaku bisa meluluskan. Kami tegaskan jangan percaya yang mengaku sanggup, karena yang menentukan kelulusan itu pusat. Jadi kalau ada yang menawari itu, silahkan laporkan kepada BKD," tegas Haeruddin.<br /><br />Syarat penerimaan CPNS kaka Haeruddin yakni, untuk jenjang S1 minimal memiliki indek prestasi kumulatif (IPK) 2,75 serta DIII dengan IPK 2,50.<br /><br />"Untuk kartu kuning tidak perlu dilegalisir di Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Penajam Paser Utara tetapi cukup dilakukan di daerah masing-masing," kata Haeruddin. <strong>(das/ant)</strong></p>