Home / Tak Berkategori

Pendapatan Petani Plasma Di Kotabaru Berangsur Turun

- Jurnalis

Jumat, 14 Maret 2014 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendapatan petani plasma kelapa sawit di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dua bulan terakhir turun menjadi Rp1 juta per hektare, setelah sebelumnya Rp4,3 juta per hektare. <p style="text-align: justify;">Anggota Badan Pengawas Koperasi Gajah Mada Kelumpang Hilir, Narso di Kotabaru, Jumat, mengatakan, pendapatan kebun plasma di Bumi Asih, Pembelacanan, dan Pantai Baru masing-masing Rp1 juta per hektare.<br /><br />Sedangkan pendapatan petani plasma di Sungai Nipah, Kelumpang Selatan, Cantung, dan dan Blok E Kelumpang Hulu, masing-masing Rp1,2 juta per hektare.<br /><br />Pendapatan petani plasma di Sangking Baru, Sungai Kupang Jaya, Kelumpang Selatan masing-masing Rp1.350.000 per hektare.<br /><br />Dia menambahkan, pendapatan petani plasma di Pulau Panci Rp2,1 juta per ha, Blok C Rp2,5 juta per ha, Blok B Rp2,3 juta per ha, dan SP 2 Rp2,6 juta per ha.<br /><br />Periode sebelumnya, petani sawit tersebut masih menikmati pendapatan yang relatif besar, yakni, petani plasma di Blok C Rp2,3 juta per ha, Blok B Rp2,2 juta per ha, SP II Rp1,9 juta per ha, serta Cantung dan Blok E masing-masing Rp3 juta per ha.<br /><br />Sei Kupang Rp4,2 juta per ha, Sangking Baru Rp4,2 juta per ha, Sungai Nipah Rp4,3 juta per ha, Pantai Baru Rp4 juta per ha, Bumi Asih Rp4 juta per ha, Pembelacanan Rp4,2 juta per ha, Blok D Rp2,1 juta per ha, dan Pulau Panci Rp2,1 juta per ha.<br /><br />Naik dan turunya pendapatan plasma yang diterima petani plasma di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kelumpang Hilir dan Kelumpang Hulu disebabkan beberapa faktor.<br /><br />Di antaranya, hasil panen tandan buah segar (TBS), dan harga TBS hasil panen setiap dua pekan sekali atau sebulan dua kali, dan naik turunnya harga TBS yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi bersama-sama intansi terkait lainnya.<br /><br />Seorang petani plasma sawit Abu Bakar, mengaku pasrah dan tetap bersyukur hasil pendapatan plasma berangsur turun.<br /><br />Sementara itu, Koperasi Unit Desa (KUD) Gajah Mada di Kelumpang Hilir mengelola kebun plasma milik anggota seluas 7.100 hektare yang bekerja sama dengan perusahaan perkebunan PT Sinar Kencana Inti Perkasa (SKIP).<br /><br />Lahan plasma tersebut dimiliki oleh sekitar 5.000 petani yang tersebar di 10 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kelumpang Hilir, Kelumpang Selatan dan Kelumpang Hulu. <strong>(das/ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;">poto Dok sinarharapan.com</p>

Berita Terkait

Bupati Wempi Tinjau Pasar Murah Ramadan di Malinau Utara, Warga Antusias Berburu Sembako Murah
Kepala Kesbangpol Sintang Hadiri Rakor Lintas Sektoral Bahas Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H
Kesbangpol Sintang Koordinasi dengan Polres Bahas Situasi dan Kondisi Daerah
 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII
Oknum Anggota Polsek Seberuang Dikenai Sanksi Adat “Pamali” oleh Masyarakat Adat Kantuk
Pemprov dan UBT Bahas Peluang Kuliah bagi Anak Daerah Kaltara
Bahas Tapal Batas Bupati Berau Ketemu Bupati Kutai Timur
Wakil Bupati Sintang Dampingi Tim Wasev Sterad Tinjau TMMD ke-127 di Kapuas Kanan Hilir

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:45 WIB

Bupati Wempi Tinjau Pasar Murah Ramadan di Malinau Utara, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:26 WIB

Kepala Kesbangpol Sintang Hadiri Rakor Lintas Sektoral Bahas Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:20 WIB

Kesbangpol Sintang Koordinasi dengan Polres Bahas Situasi dan Kondisi Daerah

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:38 WIB

 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:54 WIB

Oknum Anggota Polsek Seberuang Dikenai Sanksi Adat “Pamali” oleh Masyarakat Adat Kantuk

Berita Terbaru

Eksekutif

 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII

Jumat, 6 Mar 2026 - 22:38 WIB