Pendapatan petani plasma kelapa sawit di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dua bulan terakhir turun menjadi Rp1 juta per hektare, setelah sebelumnya Rp4,3 juta per hektare. <p style="text-align: justify;">Anggota Badan Pengawas Koperasi Gajah Mada Kelumpang Hilir, Narso di Kotabaru, Jumat, mengatakan, pendapatan kebun plasma di Bumi Asih, Pembelacanan, dan Pantai Baru masing-masing Rp1 juta per hektare.<br /><br />Sedangkan pendapatan petani plasma di Sungai Nipah, Kelumpang Selatan, Cantung, dan dan Blok E Kelumpang Hulu, masing-masing Rp1,2 juta per hektare.<br /><br />Pendapatan petani plasma di Sangking Baru, Sungai Kupang Jaya, Kelumpang Selatan masing-masing Rp1.350.000 per hektare.<br /><br />Dia menambahkan, pendapatan petani plasma di Pulau Panci Rp2,1 juta per ha, Blok C Rp2,5 juta per ha, Blok B Rp2,3 juta per ha, dan SP 2 Rp2,6 juta per ha.<br /><br />Periode sebelumnya, petani sawit tersebut masih menikmati pendapatan yang relatif besar, yakni, petani plasma di Blok C Rp2,3 juta per ha, Blok B Rp2,2 juta per ha, SP II Rp1,9 juta per ha, serta Cantung dan Blok E masing-masing Rp3 juta per ha.<br /><br />Sei Kupang Rp4,2 juta per ha, Sangking Baru Rp4,2 juta per ha, Sungai Nipah Rp4,3 juta per ha, Pantai Baru Rp4 juta per ha, Bumi Asih Rp4 juta per ha, Pembelacanan Rp4,2 juta per ha, Blok D Rp2,1 juta per ha, dan Pulau Panci Rp2,1 juta per ha.<br /><br />Naik dan turunya pendapatan plasma yang diterima petani plasma di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kelumpang Hilir dan Kelumpang Hulu disebabkan beberapa faktor.<br /><br />Di antaranya, hasil panen tandan buah segar (TBS), dan harga TBS hasil panen setiap dua pekan sekali atau sebulan dua kali, dan naik turunnya harga TBS yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi bersama-sama intansi terkait lainnya.<br /><br />Seorang petani plasma sawit Abu Bakar, mengaku pasrah dan tetap bersyukur hasil pendapatan plasma berangsur turun.<br /><br />Sementara itu, Koperasi Unit Desa (KUD) Gajah Mada di Kelumpang Hilir mengelola kebun plasma milik anggota seluas 7.100 hektare yang bekerja sama dengan perusahaan perkebunan PT Sinar Kencana Inti Perkasa (SKIP).<br /><br />Lahan plasma tersebut dimiliki oleh sekitar 5.000 petani yang tersebar di 10 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kelumpang Hilir, Kelumpang Selatan dan Kelumpang Hulu. <strong>(das/ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;">poto Dok sinarharapan.com</p>


















