Pendapatan Petani Sawit Di Kotabaru Turun Drastis

oleh

Sebagian petani kelapa sawit di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dua pekan terakhir lesu karena pendapatannya dari hasil panen turun drastis. <p style="text-align: justify;">Petani kelapa sawit asal Kelumpang Selatan, yang akrab di sapa Abu Bakar, Senin, mengatakan, penghasilan kebun sawitnya yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Gajah Mada periode September sekitar Rp1,3 juta per hektare.<br /><br />"Padahal, sebelumnya penghasilan kebun plasmanya sekitar Rp2,4 juta per hektare per bulan," katanya.<br /><br />Penurunan hasil kebun kelapa sawit tersebut, membuat lelaki beranak tiga itu lesu.<br /><br />Bagaimana tidak lesu, hasil kebun tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hari-hari.<br /><br />Ia berharap, turunnya hasil kebun tidak secara drastis, agar petani tidak kelimpungan.<br /><br />Untuk menyiasati agar petani tidak kaget karena pendapatannya berfluktuatif.<br /><br />Seyogyannya, pengurus koperasi memasukkan tabungan apabila pendapatan melinjak dan mengambil kembali manakala pendapatan turun.<br /><br />"Sehingga pendapatan relatif stabil," imbuhnya.<br /><br />Petani asal Seikupang Jaya, Narso, menjelaskan, untuk perolehan penghasilan kebun kelapa sawit plasma setiap tahun berfluktuatif.<br /><br />Hal itu terjadi disebabkan oleh beberapa faktor.<br /><br />Diantaranya, hasil panen Tandan Buah Segar (RBS) dan harganya berubah-ubah, serta pengaruh dari harga minyak sawit mentah (crude palm Oil/CPO). <strong>(phs/Ant)</strong></p>